Pakistan Desak AS-Iran Hentikan Konflik dan Kembali Berunding

  • 16 Jul 2026 16:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pakistan meminta Amerika Serikat dan Iran menghentikan serangan militer serta melanjutkan perundingan teknis berdasarkan Nota Kesepahaman Islamabad.
  • Pakistan menyebut kesepakatan yang memberi waktu 60 hari bagi AS dan Iran untuk berunding masih menjadi dasar penting bagi perdamaian.
  • Pakistan memperingatkan konflik di Selat Hormuz dapat mengganggu pasokan energi, perdagangan internasional, dan ketahanan pangan.

RRI.CO.ID, Islamabad — Pakistan mendesak Amerika Serikat dan Iran menghentikan serangan militer serta kekerasan yang terus berlangsung. Islamabad juga meminta kedua negara kembali melanjutkan perundingan tingkat teknis berdasarkan Nota Kesepahaman Islamabad yang sebelumnya disepakati.

Melansir dari Anadolu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Tahir Andrabi menyampaikan seruan tersebut pada Kamis, 16 Juli 2026. Ia meminta seluruh pihak menahan diri secara maksimal dan menghindari tindakan yang semakin memperburuk kondisi keamanan serta stabilitas kawasan.

Pakistan menegaskan tidak ada alternatif selain keterlibatan berkelanjutan, dialog, dan diplomasi untuk mencapai perdamaian jangka panjang. Menurut Andrabi, seluruh konflik dan perselisihan pada akhirnya harus diselesaikan melalui pembicaraan di meja perundingan.

Ia mengatakan Pakistan tetap berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk membantu menurunkan ketegangan antara Washington dan Teheran. Pernyataan tersebut disampaikan ketika kedua negara masih terlibat saling serang menggunakan rudal akibat meningkatnya ketegangan terkait Selat Hormuz.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani Nota Kesepahaman Islamabad pada bulan lalu. Kesepakatan tersebut memberikan waktu 60 hari bagi kedua negara untuk melakukan perundingan menuju kesepakatan akhir.

Andrabi mengatakan MoU Islamabad tetap menjadi kerangka kerja penting untuk mendorong perdamaian, saling menghormati, dan kesejahteraan bersama. Namun, ia mengakui implementasi kesepakatan tersebut menghadapi sejumlah tantangan.

Pakistan tetap mendorong seluruh pihak menghentikan kekerasan dan kembali melakukan perundingan teknis sesuai dengan isi MoU. Pakistan berharap seluruh pihak tetap berkomitmen pada jalur dialog dan diplomasi untuk menyelesaikan persoalan yang masih berlangsung.

Islamabad menilai penyelesaian konflik hanya dapat dicapai melalui proses negosiasi. Selain konflik bilateral AS-Iran, Pakistan juga menyoroti dampak meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz.

Andrabi mengatakan banyak negara, terutama negara-negara dari kawasan Global South, mengalami dampak negatif akibat situasi tersebut. Menurutnya, gangguan di Selat Hormuz dapat memengaruhi pasokan energi global, perdagangan internasional, serta ketahanan pangan.

Pakistan menyerukan agar kondisi di jalur pelayaran strategis itu segera kembali normal. Islamabad juga menekankan pentingnya menjaga keselamatan, keamanan, dan kebebasan navigasi maritim di Selat Hormuz.

Pakistan menyatakan akan terus menjalankan peran sebagai mediator untuk membantu menurunkan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Islamabad juga mendorong kedua negara kembali ke jalur diplomasi guna mencapai penyelesaian damai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....