Pakistan Desak AS dan Iran Tahan Diri Demi Stabilitas Kawasan
- 09 Jul 2026 14:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pakistan mendesak AS dan Iran menahan diri. Islamabad meminta kedua negara menghindari tindakan yang dapat merusak perdamaian dan stabilitas kawasan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
- Diplomasi dinilai sebagai satu-satunya jalan penyelesaian. Pakistan menegaskan bahwa dialog, keterlibatan berkelanjutan, dan diplomasi merupakan cara utama untuk mencapai perdamaian di kawasan.
- Islamabad meminta AS dan Iran memenuhi komitmen dalam Memorandum of Understanding yang dicapai pada 17 Juni sebagai dasar pemahaman, saling menghormati, dan kemakmuran bersama.
RRI.CO.ID, Islamabad — Pakistan mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk menahan diri dari tindakan yang dapat merusak perdamaian dan stabilitas kawasan. Seruan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, dilansir dari Anadolu, Kamis, 9 Juli 2026.
Kementerian Luar Negeri Pakistan pada Rabu, 8 Juli 2026 menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik yang melibatkan kedua negara. Dalam pernyataannya, Islamabad menegaskan bahwa konflik yang kembali terjadi bukan merupakan kepentingan siapa pun.
Pakistan menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat semakin memperburuk stabilitas kawasan. Menurut Islamabad, tidak ada alternatif selain keterlibatan berkelanjutan, dialog, dan diplomasi untuk mencapai tujuan bersama berupa perdamaian di kawasan.
Selain itu, Pakistan mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk mematuhi komitmen masing-masing berdasarkan Memorandum of Understanding (MoU) Islamabad. MoU tersebut disebut sebagai landasan yang berkelanjutan bagi pemahaman, saling menghormati, dan kemakmuran bersama di kawasan dan sekitarnya.
Pada 17 Juni, Iran dan Amerika Serikat mencapai MoU yang bertujuan mengakhiri konflik militer mereka. Kesepakatan itu dicapai setelah konflik meningkat akibat serangan AS dan Israel terhadap Teheran pada Februari.
Kementerian Luar Negeri Pakistan juga menyatakan kesediaannya untuk terus memainkan peran dalam mendukung upaya perdamaian. Islamabad menegaskan komitmennya untuk mendukung penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
Di tengah meningkatnya ketegangan tersebut, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa ia tidak percaya perang dengan Iran akan kembali terjadi. Pernyataan itu memberikan sinyal bahwa konflik berskala penuh masih dapat dihindari meskipun situasi keamanan di kawasan tetap memanas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....