Penembakan Guncang Festival Budaya Latino di Toronto, Dua Orang Tewas
- 13 Jul 2026 12:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Dua orang tewas dan enam lainnya terluka dalam penembakan saat festival budaya Latino di Toronto.
- Polisi menduga terjadi aksi saling tembak antara sejumlah individu yang saling menargetkan.
- Wali Kota Toronto, Olivia Chow, mengecam keras insiden yang terjadi di tengah acara keluarga tersebut.
RRI.CO.ID, Jakarta - Festival budaya di Toronto, Kanada, berubah menjadi lokasi tragedi setelah aksi penembakan, Sabtu 11 Juli 2026, malam waktu setempat. Insiden tersebut menewaskan dua orang dan melukai sedikitnya enam lainnya.
Keterangan kepolisian Toronto, penembakan terjadi saat festival Salsa on St. Clair di kawasan St. Clair Avenue dan Arlington Avenue. Saat kejadian, sekitar 13 ribu pengunjung diperkirakan berada di lokasi acara.
Wakil Kepala Kepolisian Toronto, Frank Barredo, mengatakan insiden itu diduga bermula dari baku tembak sejumlah individu yang saling menargetkan. "Tampaknya terjadi aksi saling tembak antara individu-individu yang memang menargetkan satu sama lain," kata Barredo, seperti dikutip NBC News.
Dua korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara lima orang lainnya mengalami luka tembak dan satu korban lain dilarikan ke rumah sakit.
Barredo mengatakan empat dari korban luka saat ini berada dalam kondisi serius dan masih menjalani perawatan intensif. Polisi juga belum dapat memastikan apakah pelaku penembakan termasuk di antara korban tewas atau korban luka.
Hingga Sabtu malam, aparat masih menyelidiki kemungkinan adanya pelaku lain yang belum tertangkap. Polisi telah mengamankan dua senjata api dari lokasi kejadian dan memusatkan penyelidikan di tiga titik berbeda.
Wali Kota Toronto, Olivia Chow, menyampaikan kemarahan dan keprihatinannya atas insiden tersebut. Ia menyoroti fakta bahwa festival itu merupakan acara keluarga yang banyak dihadiri anak-anak dan pengunjung dari berbagai kalangan.
"Saya sangat terganggu dan marah atas tindakan kekerasan yang sembrono dan tidak bertanggung jawab ini. Terlebih terjadi di tengah sebuah festival," kata Chow.
Sejumlah saksi mata menggambarkan suasana panik sesaat setelah suara tembakan terdengar. Salah seorang pengunjung mengaku mendengar tiga kali letusan sebelum melihat orang-orang berlarian sambil berteriak.
Festival Salsa on St. Clair merupakan agenda tahunan yang menampilkan musik, tarian, kuliner, dan seni khas Amerika Latin. Acara yang dimulai pada Sabtu itu semula dijadwalkan berlangsung selama dua hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....