IMF: Pertumbuhan Ekonomi Dunia Diperkirakan Melambat

  • 10 Jul 2026 13:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IMF memproyeksikan perlambatan ekonomi global: Pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan turun dari 3,5 persen pada 2025 menjadi 3 persen pada 2026, sebelum kembali meningkat menjadi 3,4 persen pada 2027.
  • Tekanan keuangan pada negara pengekspor energi dan inflasi akibat perang Iran dinilai memperburuk prospek ekonomi global.
  • Harga minyak melonjak setelah Amerika Serikat mencabut pengecualian sanksi terhadap minyak Iran dan Presiden Donald Trump menyatakan perjanjian gencatan senjata “telah berakhir.”

RRI.CO.ID, Washington — Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa perekonomian global berada di jalur perlambatan tajam. Peringatan tersebut disampaikan dalam pembaruan Juli Laporan Prospek Ekonomi Dunia, dilansir dari The Hill, Jumat, 10 Juli 2026.

IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global turun dari 3,5 persen pada 2025 menjadi 3 persen pada 2026. Setelah itu, pertumbuhan diperkirakan kembali naik menjadi 3,4 persen pada 2027.

Laporan IMF menyebut tekanan keuangan pada negara-negara pengekspor energi sebagai salah satu penyebab utama memburuknya prospek ekonomi global. Selain itu, peningkatan inflasi akibat perang Iran juga dinilai memperburuk kondisi ekonomi dunia.

IMF menilai meningkatnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan energi terbarukan membantu mengurangi dampak negatif konflik terhadap ekonomi dunia. Para peneliti IMF menyatakan bahwa ekonomi global sejauh ini mampu menghadapi guncangan perang lebih baik daripada yang dikhawatirkan sebelumnya.

Mereka menilai dampak terhadap harga komoditas, ekspektasi inflasi, dan kondisi keuangan global masih relatif terbatas. Meskipun prospek ekonomi dunia dinilai lebih seimbang dibandingkan kondisi pada April, IMF tetap mengingatkan adanya risiko yang perlu diwaspadai.

Lembaga tersebut memperingatkan bahwa dimulainya kembali operasi militer di Timur Tengah dapat memperburuk kondisi ekonomi global. Risiko eskalasi konflik di kawasan tersebut masih dianggap tinggi.

IMF juga mendesak para pembuat kebijakan untuk menjaga stabilitas harga, mempertahankan independensi bank sentral, dan memperkuat pengawasan keuanga. Langkah-langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketahanan ekonomi global di tengah ketidakpastian geopolitik.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran disebut menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi prospek ekonomi. Harga minyak melonjak pada Rabu, 8 Juli 2026 setelah Amerika Serikat mencabut pengecualian sanksi terhadap minyak Iran.

Kenaikan tersebut juga dipicu oleh pernyataan Presiden Donald Trump bahwa perjanjian gencatan senjata “telah berakhir.” Kenaikan harga minyak ini menambah tekanan terhadap biaya energi global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....