Trump Nyatakan Kesepakatan Sementara AS-Iran Berakhir
- 09 Jul 2026 12:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Trump menyatakan MoU sementara AS-Iran telah berakhir. Pernyataan itu disampaikan setelah terjadinya baku tembak intensif antara Amerika Serikat dan Iran pada 7–8 Juli 2026.
- Ketegangan meningkat akibat serangan di Selat Hormuz. AS, Qatar, dan Arab Saudi menuduh pasukan Iran berada di balik serangan terhadap kapal-kapal komersial, namun Teheran membantah keterlibatan tersebut.
- Trump mengatakan pembicaraan antara AS dan Iran dapat berlanjut, meski ia menilai perjanjian sementara bulan lalu sudah tidak berlaku dan bersikap pesimistis terhadap hasil negosiasi.
RRI.CO.ID, Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa memorandum kesepahaman (MoU) sementara dengan Iran telah “berakhir”. Pernyataan itu disampaikan setelah baku tembak intensif kedua negara pada Selasa, 7 Juli hingga Rabu, 8 Juli pagi.
Melansir dari ABC News, pernyataan tersebut disampaikan Trump saat menghadiri KTT NATO di Ankara, Turki. Ia sebelumnya mengadakan pertemuan dengan para penasihat utamanya untuk membahas respons AS terhadap serangan kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Amerika Serikat, Qatar, dan Arab Saudi menuduh pasukan Iran berada di balik serangan tersebut. Namun, Teheran membantah keterlibatannya dalam serangan terhadap kapal-kapal komersial di jalur pelayaran strategis tersebut.
Dalam konferensi pers bersama Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, Trump mengatakan negosiasi antara AS dan Iran masih dapat berlanjut. Meski demikian, ia menilai perjanjian sementara yang dicapai bulan lalu sudah tidak berlaku.
MoU 14 poin yang ditandatangani bulan lalu memuat sejumlah komitmen antara AS dan Iran. Kesepakatan itu mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz serta pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Iran kembali menegaskan komitmennya untuk tidak mengejar senjata nuklir. Sebagai bagian dari MoU, AS juga setuju mengizinkan penjualan minyak Iran dan mulai membentuk dana rekonstruksi untuk negara tersebut.
Perjanjian sementara itu menetapkan penghentian pertempuran selama 60 hari. Penghentian tersebut mencakup konflik di Lebanon, sambil memberi waktu bagi AS dan Iran untuk menegosiasikan kesepakatan final.
Trump mengatakan para negosiator AS masih dapat melanjutkan pembicaraan jika dianggap perlu. Namun, ia mengaku pesimistis terhadap prospek negosiasi tersebut dan menilai berurusan dengan Iran hanya membuang waktu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....