FAO-WFP Minta Dana Rp3,6 Triliun untuk Menghadapi El Nino 2026
- 19 Jun 2026 13:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan Program Pangan Dunia (WFP) meminta bantuan 202 juta dolar AS untuk melindungi 8,8 juta orang di 22 negara dari dampak El Niño yang diperkirakan terjadi pada 2026.
- El Niño diprediksi meningkatkan risiko kekeringan, banjir, dan badai di Afrika, Asia-Pasifik, serta Amerika Latin dan Karibia, dengan puluhan negara termasuk Kenya, Pakistan, Filipina, dan Venezuela masuk daftar rawan.
- National Oceanic and Atmospheric Administration menyebut El Niño telah dimulai dan dapat menguat, dengan kemungkinan 63% menjadi “super El Niño” pada 2027.
RRI.CO.ID, Jenewa — Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan Program Pangan Dunia (WFP) meminta bantuan sebesar 202 juta dolar AS (Rp3,6 triliun). Dana tersebut untuk menghadapi dampak El Nino yang diperkirakan akan mengancam 8,8 juta orang di 22 negara berisiko tinggi.
Dana tersebut diajukan untuk memperkuat kesiapsiagaan terhadap fenomena cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada paruh kedua 2026. El Nino diprediksi meningkatkan risiko kekeringan, banjir, dan badai di berbagai wilayah dunia.
Beberapa wilayah yang akan terdampak El Nino termasuk Afrika, Asia, Pasifik, serta Amerika Latin dan Karibia. Di Afrika, negara yang termasuk dalam daftar risiko antara lain Kamerun, Ethiopia, Kenya, Madagaskar.
Malawi, Mozambik, Nigeria, Somalia, Sudan Selatan, Sudan, Uganda, dan Zimbabwe juga masuk dalam daftar tersebut. Sementara itu, di kawasan Asia-Pasifik, negara yang terdampak meliputi Afghanistan, Pakistan, Filipina, dan Timor-Leste.
Di Amerika Latin dan Karibia, negara berisiko mencakup Kolombia, El Salvador, Guatemala, Haiti, Honduras, dan Venezuela. Saat ini, FAO dan WFP telah menargetkan bantuan kepada sekitar 1,2 juta orang.
Dana tambahan tersebut akan memperluas jangkauan bantuan secara signifikan. Program bantuan mencakup transfer tunai, penyediaan benih tahan iklim, perlindungan ternak, serta langkah-langkah pengendalian banjir untuk meningkatkan ketahanan masyarakat.
El Nino merupakan fenomena pemanasan berkala suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian timur. Fenomena ini terjadi akibat melemahnya angin pasat dan biasanya berlangsung setiap dua hingga tujuh tahun selama sembilan hingga 12 bulan.
Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA) mengumumkan bahwa El Nino telah dimulai dan diperkirakan akan menguat. Fenomena ini memiliki kemungkinan 63 persen menjadi “super El Nino” pada tahun 2027.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....