Putaran Baru Perundingan AS-Iran Digelar setelah Pemakaman Khamenei

  • 03 Jul 2026 14:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Putaran baru perundingan tidak langsung AS-Iran akan digelar setelah pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, dengan Qatar dan Pakistan menyatakan kedua pihak tetap berkomitmen melanjutkan dialog.
  • Meski telah menyepakati pembukaan kembali Selat Hormuz dan langkah sementara untuk mengakhiri permusuhan, Amerika Serikat dan Iran masih harus membahas sejumlah isu penting, terutama program nuklir Iran serta pencairan aset yang dibekukan.
  • Iran menegaskan tetap menolak perundingan langsung dengan Amerika Serikat serta menyatakan penyelesaian damai harus mencakup berakhirnya konflik di Lebanon dan penarikan pasukan Israel dari wilayah selatan Lebanon.

RRI.CO.ID, Doha — Putaran berikutnya perundingan tidak langsung Amerika Serikat dan Iran akan digelar setelah rangkaian pemakaman Ayatollah Ali Khamenei selesai. Hal tersebut disampaikan oleh mediator dari Qatar dan Pakistan, dilansir dari CNA, Jumat, 3 Juli 2026.

Perundingan tersebut merupakan bagian dari upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Pembicaraan tidak langsung sebelumnya berlangsung di Doha pada Rabu, 1 Juli 2026.

Perundingan tersebut dinilai menunjukkan kemajuan oleh para mediator maupun Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Qatar dan Pakistan menyatakan kedua pihak telah menyepakati pembukaan kembali Selat Hormuz serta langkah sementara untuk mengakhiri permusuhan.

Meski demikian, sejumlah isu penting masih harus dibahas, termasuk program nuklir Iran yang tetap menjadi agenda utama perundingan. Pakistan menyebut kedua pihak sepakat melanjutkan dialog, dengan pertemuan berikutnya dijadwalkan sesegera mungkin setelah prosesi pemakaman Ali Khamenei.

Menurut laporan, Khamenei meninggal pada 28 Februari dan akan dimakamkan pada Kamis, 9 Juli 2026 di Kota Mashhad. Pemakaman akan dilaksanakan setelah upacara penghormatan terakhir dimulai pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Kedua negara juga sepakat membentuk jalur komunikasi untuk melaporkan dugaan pelanggaran terhadap nota kesepahaman. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi yang memimpin delegasi Iran.

Meski demikian, Iran tetap menegaskan tidak akan menggelar perundingan langsung dengan Amerika Serikat. Pembahasan juga mencakup pencairan aset-aset Iran yang dibekukan serta penggunaan dana awal sebesar 6 miliar dolar AS.

Sementara itu, Trump menyatakan proses denuklirisasi Iran berjalan dengan baik dan optimistis perundingan dapat menghasilkan kemajuan lebih lanjut. Di sisi lain, ketegangan keamanan di kawasan masih berlanjut meski kesepakatan sementara telah tercapai.

Sejak perjanjian ditandatangani, kedua pihak beberapa kali saling serang, sementara Iran menegaskan Selat Hormuz berada di bawah komandonya. Iran menilai keamanan kawasan harus dijaga melalui penghormatan terhadap kedaulatan negara-negara di kawasan.

Teheran menegaskan bahwa setiap penyelesaian damai yang bersifat final harus mencakup berakhirnya konflik di Lebanon. Iran juga menuntut penarikan pasukan Israel dari wilayah selatan Lebanon yang masih diduduki.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....