Seminar Cheng Ho Perkuat Dialog Peradaban Indonesia-Tiongkok

  • 02 Jul 2026 11:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Seminar internasional di Jakarta memperkuat dialog antarperadaban serta kerja sama Indonesia-Tiongkok dalam berbagai bidang
  • Forum membentuk Basis Pakar Komunikasi Internasional untuk mendorong kolaborasi Asia Selatan dan Asia Tenggara
  • Peserta mengusulkan digitalisasi arsip Cheng Ho sebagai basis data multibahasa bagi masyarakat internasional

RRI.CO.ID, Jakarta - Seminar Internasional ‘Inisiatif Peradaban Global dan Semangat Cheng Ho’ memperkuat dialog antar peradaban Indonesia dan Tiongkok. Forum di Jakarta itu juga mendorong kerja sama pendidikan, budaya, penelitian, serta komunikasi internasional kedua negara.

Kegiatan yang mempertemukan lebih dari 60 akademisi, pakar, dosen, mahasiswa, dan praktisi itu berlangsung Selasa, 30 Juni 2026. Peserta dari Indonesia dan Tiongkok membahas nilai Inisiatif Peradaban Global serta relevansi semangat Cheng Ho.

Seminar tersebut menjadi bagian rangkaian kegiatan budaya bertajuk ‘Pelayaran Cheng Ho: Sang Duta Persahabatan Dunia’. Kantor Informasi dan Kantor Urusan Luar Negeri Pemerintah Provinsi Yunnan menjadi penyelenggara forum tersebut.

Dalam forum itu, peserta mengumumkan pembentukan ‘Basis Pakar Komunikasi Internasional China Newsweek South Asia Edition–Bridge Era’. Basis tersebut menghimpun lebih dari 20 akademisi dan pakar komunikasi internasional dari sejumlah negara.

Para pakar berasal dari Tiongkok, Indonesia, Sri Lanka, Nepal, serta negara lainnya di kawasan. Mereka akan mendorong pertukaran peradaban dan kolaborasi komunikasi internasional di Asia Selatan serta Asia Tenggara.

Profesor Liu Liqiong mengatakan Inisiatif Peradaban Global mendukung pertukaran antarmasyarakat dan kerja sama lintas budaya. Ia mencontohkan kolaborasi Yunnan dan Indonesia melalui Program ‘Heart-to-Heart Connectivity–Yunnan’ di Bali.

Program tersebut mendukung pertanian hijau serta kerjasama pendidikan antara Yunnan Normal University dan sekolah Wenjiao. Sekolah tiga bahasa itu berada di Bali dan menjadi bagian kolaborasi pendidikan kedua pihak.

Profesor Shan Xiaohong menyatakan komunikasi internasional kini berkembang menuju pembentukan narasi bersama lintas peradaban. Ia menyampaikan pandangan tersebut dalam sesi diskusi panel Seminar Internasional di Jakarta.

Masyarakat Tiongkok memandang Cheng Ho sebagai lambang perdamaian dan keterbukaan terhadap dunia luar. Sementara Indonesia melihatnya sebagai simbol akulturasi budaya serta persahabatan yang membentuk memori bersama.

Sementara itu, Peneliti BRIN Dr. Thung Julan menyebut pelayaran Cheng Ho meninggalkan warisan persahabatan bagi masyarakat Nusantara. Menurutnya, hubungan antar masyarakat merupakan pondasi utama keberlanjutan hubungan bilateral Indonesia dan Tiongkok.

Di sisi lain, Co-Founder Gentala Institute Christine Susanna Tjhin mengusulkan kelompok kerja bersama Indonesia dan Tiongkok. Kelompok itu melibatkan perguruan tinggi, lembaga riset, serta media dari kedua negara.

Ia mengusulkan digitalisasi arsip sejarah Cheng Ho di Semarang, Cirebon, dan lokasi lainnya. Arsip tersebut diharapkan menjadi basis data multibahasa yang dapat diakses masyarakat internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....