Pemerintah bersama BRIN akan Luncurkan 'Roadmap' Riset Nasional
- 28 Jun 2026 21:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Kemdiktisaintek RI dan BRIN akan meluncurkan peta jalan (Roadmap) pengembangan riset nasional
- 2. Roadmap riset akan menjadi acuan bagi periset nasional hingga tahun 2045
- 3. Roadmap riset akan memproyeksikan data kepada industrialiasi terkait perkembangan teknologi
RRI.CO.ID, Jakarta-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan meluncurkan peta jalan (Roadmap) dan agenda pengembangan riset nasional sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Roadmap riset disusun bersama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI).
"Kemendiktisaintek sudah menyusun peta jalan riset. Insyaallah akan kita luncurkan di Surabaya nanti, peta jalan riset ini yang akan diluncurkan di Surabaya" kata Kepala BRIN, Prof Arif Satria kepada wartawan usai acara penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Minggu, 28 Juni 2026.
Arif menjelaskan roapmap riset tersebut akan menjadi acuan untuk riset-riset di Tanah Air hingga tahun 2045. BRIN, kata Arif, bersama Kemdiktisaintek RI terus mempersiapkan riset-riset yang unggul untuk peningkatan UMKM maupun industri di Indonesia, serta memberikan solusi untuk berbagai permasalahan nasional.
"BRIN selalu bersama-sama dengan Kemendiktisaintek untuk terus mempersiapkan riset-riset yang unggul, yang bisa men-support. Peta jalan riset ini yang akan diluncurkan di Surabaya nanti menjadi acuan untuk riset Indonesia hingga 2045," katanya.
Arif menambahkan kerja sama dengan Kemdiktisaintek merupakan langkah yang positif. Arif berharap riset-riset strategis yang dilakukan oleh peneliti Indonesia mengacu kepada roadmap yang telah disusun.
"Ini adalah kerjasama antara Kemendiktisaintek dengan BRIN merupakan langkah yang sangat bagus sekali. Sehingga riset strategis yang akan dilakukan oleh para peneliti di Indonesia ini bisa mengacu pada arah yang sudah kita buat" katanya.
Arif mengatakan roadmap riset akan memberikan data proyeksi teknologi yang tengah berkembang dan menjadi panduan bagi industrialisasi di masa mendatang. Melalui roadmap, riset Indonesia akan semakin terarah.
“Sehingga industrialisasi kita ke depan tidak didasarkan hanya pada sekadar common sense, tetapi didasarkan pada data dan proyeksi teknologi yang akan berkembang. Dengan demikian, industri kita juga akan tetap survive dan relevan terhadap dinamika perubahan,” katanya.
Sementara itu, Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengatakan Presiden Prabowo meminta kementeriannya untuk membentuk satuan tugas (Satgas) atau kelompok kerja. Satgas, kata Brian terdiri dari berbagai perwakilan kementerian, dosen, guru besar dan peneliti dari BRIN.
“Bapak Presiden meminta kami membentuk semacam satgas atau kelompok kerja. Nantinya berisi guru besar, dosen, peneliti dari perguruan tinggi maupun BRIN untuk bisa mengkaji lebih lanjut bersama kementerian teknis terkait,” kata Menteri Brian.
Menteri Brian mengatakan keberadaan satgas untuk memaksimalkan sumbangsih dari perguruan tinggi sehingga target program strategis nasional tercapai. Kepala Negara menilai perguruan tinggi memiliki andil untuk kemajuan bangsa dan memberi solusi atas permasalahan nasional.
"Bapak Presiden menyampaikan bahwa potensi seluruh bangsa perlu bersatu untuk mengokohkan inisiatif, mengeluarkan gagasan-gagasan dan kegiatan terbaik untuk kemajuan bangsa kita. Bapak Presiden selalu menekankan bahwa sains, teknologi, riset, inovasi itu adalah suatu kemanen yang diperlukan bagi kemajuan bangsa kita,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....