Delegasi Hamas Tiba di Kairo untuk Finalisasi Implementasi Gencatan Senjata Gaza

  • 01 Jul 2026 13:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Delegasi Hamas tiba di Kairo untuk bertemu pejabat Mesir dan mediator guna membahas implementasi perjanjian gencatan senjata serta fase kedua kesepakatan di Jalur Gaza.
  • Hamas mendesak Israel mematuhi seluruh ketentuan gencatan senjata, termasuk menghentikan pelanggaran di Gaza dan membuka akses masuk bagi bantuan serta material rekonstruksi.
  • Perundingan juga membahas langkah lanjutan pascagencatan senjata, seperti pembentukan komite administratif, penempatan pasukan internasional, dan penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza.

RRI.CO.ID, Kairo — Hamas menyatakan delegasinya telah tiba di Kairo, Mesir, pada Selasa, 30 Juni 2026 untuk menyelesaikan implementasi perjanjian gencatan senjata. Delegasi tersebut dipimpin oleh pemimpin Hamas di Tepi Barat, Zaher Jabarin.

Melansir dari Global Times, ia dijadwalkan menggelar pertemuan dengan para pejabat Mesir serta mediator. Dalam pernyataannya, Hamas menegaskan bahwa prioritas utama pembahasan adalah menghentikan pelanggaran yang disebut terus dilakukan Israel di Jalur Gaza.

Pelanggaran tersebut, menurut Hamas, mencakup pembunuhan dan operasi pembunuhan yang terjadi setiap hari. Hamas juga mendesak Israel agar mematuhi seluruh ketentuan dalam perjanjian gencatan senjata.

Selain itu, Hamas meminta agar seluruh kebutuhan masyarakat Gaza dapat masuk tanpa hambatan. Kebutuhan tersebut meliputi bahan-bahan untuk rekonstruksi rumah sakit, toko roti, serta infrastruktur yang rusak akibat konflik.

Hamas juga menuntut pelaksanaan seluruh ketentuan lain yang masih tersisa dalam Perjanjian Sharm el-Sheikh. Dalam putaran pembicaraan kali ini, para pihak juga akan membahas peta jalan untuk fase kedua perjanjian gencatan senjata.

Peta jalan tersebut disusun oleh Nickolay Mladenov, perwakilan tinggi untuk Gaza dari Board of Peace bersama para mediator. Agenda perundingan juga mencakup pembentukan komite administratif untuk Gaza.

Selain itu, penempatan pasukan internasional menjadi salah satu topik yang akan dibahas. Hamas juga menginginkan penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza sebagai bagian dari implementasi fase berikutnya.

Penasihat media Kepala Biro Politik Hamas, Taher al-Nunu, mengatakan pihaknya serius mencapai kesepakatan untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina. Menurutnya, kesepakatan tersebut juga harus mampu menghentikan kejahatan yang dituduhkan kepada Israel di Gaza.

Ia menambahkan bahwa Hamas menginginkan kemajuan dalam pemulihan hak-hak politik rakyat Palestina. Al-Nunu menegaskan bahwa pembentukan negara Palestina yang merdeka tetap menjadi tujuan utama Hamas.

Sementara itu, gencatan senjata antara Hamas dan Israel masih berada dalam kondisi rapuh. Sejumlah ketentuan penting dalam kesepakatan, termasuk pelucutan senjata dan proses rekonstruksi Gaza, hingga kini masih belum terlaksana.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....