Indonesia–Rusia Buka Peluang Kerja Sama Energi Nuklir Masa Depan
- 01 Jul 2026 06:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia dan Rusia membuka peluang kerja sama dalam bidang energi nuklir sebagai sumber energi masa depan yang stabil dan berkelanjutan.
- Pemerintah Indonesia telah menyiapkan roadmap energi menuju 2045 dengan mempertimbangkan kebutuhan energi yang terus meningkat.
- Rusia melalui Rosatom dan Atomstroyeksport telah melakukan kunjungan ke Indonesia dan menunggu langkah lanjutan kerja sama.
RRI.CO.ID, Jakarta - Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Wahid Supriyadi mengatakan Rusia telah lama menawarkan kerja sama dalam pengembangan energi nuklir. Tawaran tersebut sempat disampaikan sejak masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai salah satu opsi kebutuhan energi.
Ia menjelaskan pemerintah kini telah memiliki peta jalan menuju Indonesia sebagai negara maju pada 2045. Menurutnya, kebutuhan energi nasional akan semakin besar sehingga memerlukan sumber energi yang stabil dan berkelanjutan.
"Rusia melalui Rosatom sudah lama menawarkan program nuklir kepada Indonesia. Saat ini Dewan Energi Nasional juga telah menyusun roadmap menuju Indonesia Maju 2045," ujarnya dalam diskusi Pendidikan Sebagai Wahana Strategis Diplonasi Kota Jakarta - Moscow, Universitas Atma Jaya, Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.
Ia menilai perkembangan teknologi membuat pembangkit listrik tenaga nuklir jauh lebih aman dibandingkan teknologi generasi pertama. Menurutnya, kekhawatiran terhadap insiden masa lalu tidak lagi sepenuhnya relevan dengan perkembangan teknologi sekarang.
Ia mengatakan reaktor nuklir generasi terbaru memiliki sistem keselamatan yang lebih baik serta pengelolaan limbah lebih terkendali. Teknologi tersebut, menurutnya, dinilai mampu mendukung penyediaan energi bersih dengan emisi karbon yang rendah.
"Sekarang teknologi nuklir sudah memasuki generasi keempat dengan tingkat keselamatan yang jauh lebih baik. Pengelolaan limbahnya juga semakin berkembang sehingga lebih aman digunakan," ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Rusia bahkan menjadi negara pertama yang mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir terapung. Teknologi seperti itu, kata dia, dinilai sesuai dengan karakteristik negara kepulauan seperti Indonesia.
Ia menambahkan sejumlah negara telah memanfaatkan energi nuklir untuk mendukung transisi menuju energi bersih. Ia menilai kerja sama Indonesia dan Rusia di bidang tersebut masih memiliki peluang untuk terus dikembangkan.
Di sisi lain, saat ini kerja sama nuklir antara Rusia dan Indonesia masih terus di upayakan dalam membuka peluang kerja sama. Demikian disampaikan oleh Konselor Politik Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia, Alexey Rykov.
Menurutnya, pemerintah Rusia melalui perusahaan Atomstroyeksport telah melakukan kunjungan ke Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Kunjungan tersebut bertujuan membahas peluang kerja sama yang lebih konkret di masa mendatang.
"Belum lama Kepala perusahaan Atomstroyeksport juga baru saja mengunjungi Indonesia untuk melakukan perjanjian. Kami masih menunggu langkah-langkah praktis berikutnya untuk menciptakan kerja sama tersebut," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....