Perdagangan RI-Rusia Hampir USD5 Miliar, Airlangga: Kemitraan Menguat

  • 30 Jun 2026 16:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Rusia pada 2025 hampir mencapai USD5 miliar
  • Investasi Rusia di Indonesia mencapai hampir USD500 juta dollar dalam dua tahun terakhir.
  • Indonesia juga akan berpartisipasi sebagai negara mitra dalam pameran industri terbesar Rusia, INNOPROM, di Yekaterinburg, Juli 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Rusia pada 2025 hampir mencapai USD5 miliar. Capaian tersebut dinilai mencerminkan tren pertumbuhan yang konsisten sekaligus memperkuat fondasi kemitraan ekonomi kedua negara.

"Pada tahun 2025, nilai perdagangan bilateral kita telah mencapai hampir USD5 miliar. Yang mencerminkan pertumbuhan yang stabil dalam beberapa tahun terakhir," kata Airlangga yang hadir sebagai tamu kehormatan pada resepsi Hari Rusia di Jakarta, Senin, 29 Juni 2026, malam di Jakarta.

Selain perdagangan, Airlangga mengatakan kerja sama investasi antara kedua negara juga menunjukkan perkembangan yang positif. Menurut dia, investasi Rusia di Indonesia mencapai hampir USD500 juta dollar dalam dua tahun terakhir.

"Kami meyakini bahwa kerja sama kelembagaan yang kuat, didukung oleh keterlibatan aktif pemerintah dan komunitas bisnis. Akan terus menjadi fondasi penting bagi kemitraan ekonomi kedua negara," ujar Airlangga optimistis.

Airlangga menjelaskan, hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia selama ini terus berkembang melalui berbagai mekanisme kerja sama bilateral. Salah satunya adalah penyelenggaraan Sidang Ke-14 Komisi Bersama Indonesia-Rusia mengenai Perdagangan, Ekonomi, dan Kerja Sama Teknis di Kazan, Rusia.

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto hadir sebagai tamu kehormatan pada resepsi Hari Rusia di Jakarta, Senin, 29 Juni 2026, malam di Jakarta (Foto: RRI/ Retno Mandasari)

Airlangga mengatakan forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi kedua negara dalam memperluas kerja sama ekonomi dan investasi. Menurutnya, peluang kerja sama ke depan semakin terbuka setelah ditandatanganinya Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia–Uni Ekonomi Eurasia di St. Petersburg Desember 2025.

“Perjanjian ini akan memperluas akses pasar, mempermudah perdagangan. Serta meningkatkan keterlibatan dunia usaha antara Indonesia dan negara-negara Uni Ekonomi Eurasia, termasuk Rusia,” ujar Menko Perekonomian RI.

Selain itu, Airlangga melihat potensi kerja sama baru di sektor industri strategis dan Indonesia siap memperkuat kolaborasi dengan Rusia dalam pengembangan industri manufaktur. Kemudian, hilirisasi, pembangunan infrastruktur, ketahanan energi, transformasi digital, kecerdasan buatan, ketahanan pangan, hingga pembangunan berkelanjutan.

Secara khusus ia mengungkapkan, Indonesia juga akan berpartisipasi sebagai negara mitra dalam pameran industri terbesar Rusia, INNOPROM, di Yekaterinburg, Juli 2026. Airlangga menegaskan, partisipasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang investasi baru sekaligus mempererat hubungan bisnis kedua negara.

Peringatan Hari Rusia turut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, serta para duta besar negara tetangga. Peringatan Hari Rusia tahun ini juga bertepatan dengan perayaan 76 tahun hubungan diplomatik Rusia dan Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....