Putin: Rusia Siap Lanjutkan Perundingan Damai dengan Ukraina

  • 25 Jun 2026 14:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia siap melanjutkan negosiasi damai dengan Ukraina berdasarkan kesepakatan Istanbul dan Anchorage, dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.
  • Kedua pihak sebelumnya telah menggelar berbagai perundingan di Istanbul, Abu Dhabi, dan Jenewa yang menghasilkan pertukaran tahanan serta rancangan memorandum, namun belum mencapai kesepakatan akhir.
  • Upaya mediasi AS dan rencana perdamaian sempat dibahas, tetapi terhenti akibat konflik yang meluas, sementara Ukraina disebut menolak konsesi wilayah dalam kesepakatan yang diusulkan.

RRI.CO.ID, Moskow — Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa Rusia siap melanjutkan perundingan damai dengan Ukraina berdasarkan kesepakatan Anchorage dan Istanbul. Ia juga menambahkan bahwa proses tersebut akan mempertimbangkan kondisi di lapangan saat ini, dikutip dari Anadolu, Kamis, 25 Juni 2026.

Dalam pertemuan dengan pejabat pemerintah pada Selasa, 23 Juni 2026, Putin menegaskan bahwa proses negosiasi sebelumnya terhenti atas inisiatif Ukraina. Ia menekankan bahwa Rusia tetap terbuka untuk pembicaraan damai.

Putin merujuk pada kesepakatan yang pernah dicapai di Istanbul serta mekanisme yang dibahas dalam pertemuan di Anchorage, Alaska. Putin juga menegaskan bahwa realitas di medan konflik harus menjadi faktor utama dalam setiap pembahasan perdamaian.

Putin menuduh Ukraina berupaya menciptakan kondisi yang lebih menguntungkan bagi dirinya menjelang kemungkinan dimulainya kembali negosiasi. Ia juga menyebut hal itu termasuk melakukan serangan di wilayah Rusia.

Sebelumnya, Rusia dan Ukraina telah menggelar tiga putaran perundingan di Istanbul pada Mei, Juni, dan Juli tahun lalu. Perundingan tersebut menghasilkan pertukaran tahanan dalam jumlah besar serta rancangan memorandum.

Rancangan memorandum tersebut memuat posisi masing-masing pihak sebagai dasar potensial kesepakatan damai. Selain itu, pertemuan antara pemimpin Amerika Serikat dan Rusia di Anchorage, Alaska, menghasilkan rencana perdamaian 28 poin.

Rencana perdamaian tersebut kemudian direvisi menjadi 20 poin, namun, Ukraina disebut menolak adanya konsesi wilayah dalam rencana tersebut. Dengan mediasi Amerika Serikat, kedua pihak juga sempat kembali melakukan perundingan awal tahun ini pada Januari, Februari, dan pertengahan Februari.

Dua pertemuan pertama berlangsung di Abu Dhabi, sementara pertemuan ketiga digelar di Jenewa. Namun, proses tersebut terhenti setelah pecahnya perang AS-Israel di Iran.

Pada musim semi 2022, draf perjanjian damai antara Rusia dan Ukraina yang disusun dalam negosiasi langsung sempat diparaf di Istanbul. Namun, hingga kini belum tercapai kesepakatan akhir antara kedua pihak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....