Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Melambat usai Serangan Kapal
- 27 Jun 2026 14:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Lalu lintas kapal di Selat Hormuz melambat setelah sebuah kapal yang dioperasikan Evergreen Marine mengalami serangan di dekat perairan Oman, sehingga mengganggu aktivitas di salah satu jalur perdagangan energi utama dunia.
- PBB menghentikan sementara program evakuasi kapal, sementara BIMCO dan Iran menegaskan perlunya koordinasi serta kesepakatan yang jelas untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
- Data pelayaran menunjukkan arus kapal belum pulih, dengan jumlah pelayaran kapal tanker dan seluruh jenis kapal masih jauh di bawah tingkat normal sebelum konflik.
RRI.CO.ID, Teheran — Lalu lintas kapal Selat Hormuz melambat pada Jumat, 26 Juni 2026 setelah sebuah kapal Taiwan diserang di dekat perairan Oman. Jumlah kapal yang melintas tercatat lebih sedikit dibandingkan awal pekan ini, dilansir dari Reuters.
Hal tersebut memengaruhi aktivitas pelayaran di salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia. Perusahaan pelayaran Evergreen Marine mengatakan kapalnya terkena benda tak dikenal hingga mengalami kerusakan di dekat perairan Oman.
Insiden tersebut mendorong Badan Pelayaran PBB menghentikan sementara program evakuasi sukarela bagi ratusan kapal dan ribuan pelaut di kawasan Teluk. Meski demikian, sedikitnya empat kapal tanker masih memasuki kawasan Teluk untuk memuat minyak.
Sebelum konflik berlangsung, rata-rata sekitar 125 kapal melintasi Selat Hormuz setiap hari. Namun, Kepala Keselamatan dan Keamanan asosiasi pelayaran BIMCO, Jakob Larsen, mengatakan serangan kapal tersebut menghambat upaya pemulihan pelayaran.
Meski demikian, ia menilai sebagian pelayaran masih dapat berlangsung. Larsen juga menegaskan perlunya kesepakatan jelas antara Amerika Serikat dan Iran untuk menjamin kelancaran lalu lintas maritim.
Senada dengan itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan pelayaran yang aman di Selat Hormuz tidak dapat dijamin. Menurutnya, hal tersebut hanya dapat terwujud jika ada koordinasi dengan Teheran.
Data Kpler menunjukkan lalu lintas kapal tanker terus menurun dalam beberapa hari terakhir. Pada Jumat hanya terdapat 13 pelayaran kapal tanker, turun dari 24 pelayaran pada Kamis dan 27 pelayaran pada Rabu.
Sementara itu, data AXSMarine mencatat terdapat 62 pelayaran seluruh jenis kapal pada 24 Juni. Jumlah tersebut menjadi angka harian tertinggi sejak konflik dimulai.
Meski demikian, volume pelayaran itu masih sekitar 53 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. AXSMarine menyimpulkan bahwa arus pelayaran di Selat Hormuz hingga kini masih belum sepenuhnya kembali normal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....