Lima Orang Meninggal, Italia Perluas Peringatan Merah Gelombang Panas

  • 26 Jun 2026 14:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gelombang panas ekstrem di Italia menyebabkan lima orang meninggal dunia, sementara pemerintah memperluas status peringatan merah menjadi 18 kota.
  • Suhu tinggi mengganggu operasional sejumlah fasilitas umum, termasuk penutupan sementara Galeri Uffizi, sebagian Rumah Juliet di Verona, serta penundaan sidang pengadilan di Palermo.
  • Gelombang panas berisiko bagi seluruh masyarakat, termasuk orang sehat. Kunjungan ke unit gawat darurat di wilayah Lombardy juga meningkat sekitar 20 persen seiring memburuknya kondisi cuaca.

RRI.CO.ID, Roma — Lima orang dilaporkan meninggal dunia akibat gelombang panas ekstrem yang melanda Italia. Pemerintah memperluas status peringatan merah menjadi 18 kota pada Jumat, 26 Juni 2026, meningkat dari 17 kota sehari sebelumnya.

Melansir dari Anadolu, gelombang panas dengan suhu sangat tinggi masih melanda sebagian besar wilayah Italia. Pemerintah Italia menggelar rapat yang dipimpin Menteri Kesehatan Orazio Schillaci untuk membahas langkah-langkah penanganan cuaca ekstrem.

Dalam rapat tersebut, Kota Genoa ditambahkan ke dalam daftar wilayah berstatus peringatan merah sehingga total menjadi 18 kota. Peringatan merah menunjukkan kondisi cuaca yang sangat berbahaya dan berisiko terhadap kesehatan.

Risiko tersebut tidak hanya mengancam kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penderita penyakit kronis, tetapi juga masyarakat yang sehat. Gelombang panas turut mengganggu operasional sejumlah fasilitas umum.

Galeri Uffizi di Florence menghentikan penjualan tiket setidaknya hingga 28 Juni setelah sistem pendingin udara mengalami kerusakan. Sementara itu, dua lantai Rumah Juliet di Verona ditutup untuk pengunjung mulai Jumat akibat suhu tinggi dan kepadatan wisatawan.

Di Palermo, sidang pengadilan juga ditangguhkan karena cuaca yang sangat panas. Di Milan, wisatawan terlihat menggunakan payung dan kipas tangan untuk mengurangi paparan panas sambil mencari kesejukan di sekitar air mancur.

Media lokal juga melaporkan kunjungan ke unit gawat darurat di wilayah Lombardy meningkat sekitar 20 persen seiring memburuknya gelombang panas. Para ahli meteorologi memperkirakan suhu akan mencapai puncaknya pada akhir pekan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....