Sekjen PBB Serukan Penguatan Multilateralisme Hadapi Tantangan Global
- 26 Jun 2026 14:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Antonio Guterres menilai multilateralisme menghadapi tantangan serius dan menyerukan penguatan kerja sama internasional untuk mengatasi konflik, kemiskinan, dan perubahan iklim.
- Mantan Sekjen PBB Ban Ki-moon menyatakan keprihatinan atas melemahnya pengaruh PBB dan menegaskan bahwa tidak ada negara yang dapat berkembang tanpa kerja sama internasional.
- Mantan PM Jepang Yukio Hatoyama mengkritik aksi militer AS dan Israel terhadap Iran, sementara Forum Jeju kembali menjadi wadah dialog para pemimpin dunia untuk membahas berbagai isu internasional.
RRI.CO.ID, Jeju — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menilai multilateralisme tengah menghadapi tantangan yang serius. Ia menyerukan penguatan kerja sama internasional dan pembangunan kembali kepercayaan antarnegara untuk menghadapi berbagai tantangan global.
Dilansir dari Xinhua, Jumat, 26 Juni 2026, Guterres menyampaikan pesan tersebut pada Forum Jeju ke-21 untuk Perdamaian dan Kemakmuran. Menurutnya, kerja sama global sangat penting untuk mengatasi berbagai persoalan, mulai dari konflik, kemiskinan, hingga perubahan iklim.
Guterres juga mengajak seluruh negara menegaskan kembali komitmen terhadap Piagam PBB dan nilai-nilai bersama yang menjadi dasar kerja sama internasional. Ia menilai komitmen tersebut diperlukan untuk menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
Mantan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon turut berbicara dalam forum tersebut. Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap melemahnya pengaruh PBB dan berbagai lembaga internasional lainnya.
Ban menegaskan bahwa tidak ada negara, sekuat atau sekaya apa pun, yang dapat berkembang tanpa kerja sama dengan negara lain. Menurutnya, kolaborasi internasional tetap menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Sementara itu, mantan Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama mengkritik aksi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Ia menilai tindakan tersebut telah melanggar hukum internasional dan menekankan pentingnya menghormati aturan yang menjadi dasar tata kelola global.
Forum Jeju untuk Perdamaian dan Kemakmuran pertama kali diselenggarakan pada 2001 sebagai wadah dialog internasional. Forum tersebut mempertemukan para pemimpin dan tokoh dunia untuk membahas isu-isu global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....