Perundingan AS–Iran di Swiss Dibatalkan, Jadwal Baru Masih Belum Jelas

  • 19 Jun 2026 14:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Luar Negeri Swiss membatalkan perundingan AS–Iran yang dijadwalkan di Bürgenstock pada 19 Juni 2026, meski menyebut pertemuan hanya ditunda dan masih siap memfasilitasi pembicaraan lanjutan.
  • Pembatalan dipicu kendala logistik dalam pembicaraan teknis serta keputusan Gedung Putih yang menyatakan Wakil Presiden AS JD Vance tidak akan berangkat ke Swiss.
  • Di tengah ketidakpastian tersebut, muncul klaim adanya “Memorandum of Understanding Islamabad” yang melibatkan AS, Iran, dan Pakistan, namun status kesepakatan itu masih belum jelas karena belum ada konfirmasi resmi dari semua pihak.

RRI.CO.ID, Burgenstock — Kementerian Luar Negeri Swiss mengumumkan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran dibatalkan. Perundingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat, 19 Juni 2026, dilansir dari Anadolu.

Pertemuan yang sedianya digelar di Bürgenstock, Swiss, tersebut dipastikan tidak akan berlangsung sesuai rencana. Dengan demikian, pertemuan yang sebelumnya telah diumumkan juga ikut dibatalkan.

Meski demikian, Swiss menegaskan perundingan itu hanya ditunda, bukan dihentikan permanen, dan pihaknya tetap siap memfasilitasi jika pembicaraan dilanjutkan. Perundingan tersebut melibatkan Amerika Serikat dan Iran, serta direncanakan juga melibatkan Qatar dan Pakistan dalam proses mediasi.

Pengumuman ini disampaikan pada Jumat pagi setelah Gedung Putih mengonfirmasi Wakil Presiden AS JD Vance tidak akan berangkat ke Swiss. Keputusan tersebut diambil karena kendala logistik terkait pembicaraan teknis dengan Iran yang masih belum terselesaikan.

Keputusan itu diambil karena persoalan logistik terkait pembicaraan teknis dengan Iran yang masih belum terselesaikan. Hal tersebut kemudian menambah ketidakpastian mengenai pelaksanaan pertemuan tersebut.

Sementara itu, perkembangan lain terkait hubungan AS dan Iran juga muncul pada Rabu, 17 Juni 2026 malam. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian disebut telah menandatangani secara elektronik “Memorandum of Understanding Islamabad”.

Dokumen tersebut diklaim bertujuan membuka jalan bagi penghentian konflik yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari. Pakistan, melalui Perdana Menteri Shehbaz Sharif, berperan sebagai mediator dan juga ikut menandatangani dokumen tersebut.

Dalam kesepakatan itu, Iran disebut akan segera membuka kembali Selat Hormuz yang memiliki posisi strategis. Sementara itu, Amerika Serikat akan mencabut blokade laut yang selama ini diberlakukan.

Meski demikian, perkembangan ini masih berada dalam situasi yang belum sepenuhnya jelas. Hal tersebut terjadi karena belum ada konfirmasi terbuka yang seragam dari seluruh pihak terkait.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....