AS dan Iran Tandatangani MoU Digital untuk Mengakhiri Perang
- 18 Jun 2026 13:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani MoU digital 14 poin yang bertujuan mengakhiri perang dan membuka jalan menuju perjanjian damai permanen.
- Kesepakatan mencakup gencatan senjata, pembukaan Selat Hormuz, negosiasi 60 hari, serta pengaturan isu nuklir dan pencabutan sanksi ekonomi AS terhadap Iran.
- Penandatanganan dilakukan di Washington dan Versailles dengan dukungan pejabat tinggi serta Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyebutnya langkah menuju stabilitas global.
RRI.CO.ID, Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani secara digital nota kesepahaman (MoU). Kesepakatan tersebut bertujuan mengakhiri perang antara kedua negara dan membuka jalan menuju perjanjian damai permanen.
Melansir dari CNBC, penandatanganan dilakukan pada Rabu, 17 Juni 2026. dengan keterlibatan sejumlah pejabat tinggi kedua negara. Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf juga telah menandatangani MoU tersebut beberapa hari sebelumnya.
Trump kemudian menandatangani dokumen itu di Versailles, Prancis, sebelum jamuan makan malam bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron. Macron memuji langkah tersebut dan menyebut kesepakatan itu membuka jalan bagi perdamaian jangka panjang serta berpotensi menurunkan harga energi global.
MoU tersebut terdiri dari 14 poin utama yang mencakup penghentian operasi militer di berbagai front serta pembukaan kembali Selat Hormuz. Iran juga diminta memastikan kelancaran jalur pelayaran di kawasan Teluk selama 60 hari.
Dalam kesepakatan itu, kedua pihak sepakat menegosiasikan perjanjian akhir dalam waktu 60 hari, yang dapat diperpanjang jika disetujui bersama. Amerika Serikat berkomitmen mencabut blokade laut terhadap Iran dan menarik sebagian pasukannya dari kawasan sekitar Iran.
Dokumen tersebut juga membahas isu nuklir Iran, termasuk pengelolaan stok uranium yang diperkaya tinggi melalui mekanisme yang akan dinegosiasikan. Selain itu, AS disebut akan membuka pelonggaran sanksi dan izin ekspor minyak Iran.
Trump sempat menyatakan bahwa MoU tersebut mungkin tidak harus ia tandatangani secara langsung. Namun, ia akhirnya tetap melakukan penandatanganan sebelum acara makan malam di Prancis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....