Sri Lanka Imbau Petani Hemat Air Antisipasi Dampak El Nino
- 12 Jun 2026 13:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sri Lanka mengimbau petani menghemat penggunaan air sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak fenomena El Nino yang dapat memengaruhi sektor pertanian dan produksi pangan nasional.
- Petani didorong menanam varietas tanaman berumur pendek dan mengelola air secara efisien, sementara pemerintah menegaskan kegiatan budidaya tetap dapat berjalan dengan mengikuti arahan dari otoritas pertanian.
- Sri Lanka berpotensi mengalami penurunan curah hujan dan risiko kekeringan pada Juli–Agustus, sehingga pemerintah memperkuat langkah konservasi air dan strategi adaptasi pertanian untuk mengurangi dampak El Nino.
RRI.CO.ID, Kolombo — Pemerintah Sri Lanka mengimbau para petani untuk menghemat penggunaan air sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan dampak fenomena El Nino. Imbauan tersebut disampaikan oleh Departemen Pertanian Sri Lanka, dilansir dari Xinhua, Jumat, 12 Juni 2026.
Langkah itu dilakukan di tengah upaya pemerintah mempersiapkan sektor pertanian menghadapi potensi perubahan cuaca yang dapat memengaruhi produksi pangan nasional. Direktur Jenderal Departemen Pertanian Sri Lanka, Thushara Wickramaarachchi, meminta petani menggunakan air secara efisien selama musim tanam.
Ia juga mengimbau petani untuk mempertimbangkan risiko cuaca yang mungkin terjadi dalam beberapa bulan mendatang. Ia juga mendorong petani untuk menanam varietas tanaman berumur pendek sebagai langkah pencegahan guna mengurangi dampak jika kekeringan terjadi.
Menurut Wickramaarachchi, tanaman berumur pendek dapat membantu petani mengurangi risiko kerugian karena membutuhkan waktu panen yang lebih singkat. Strategi tersebut diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian meskipun kondisi cuaca menjadi kurang mendukung.
Pemerintah menilai langkah-langkah antisipatif perlu dilakukan sejak dini untuk menghadapi kemungkinan perubahan pola cuaca akibat El Nino. Meski demikian, para petani diminta tidak panik menghadapi musim tanam Yala.
Otoritas pertanian menegaskan bahwa kegiatan budidaya tetap dapat dilaksanakan seperti biasa, namun penggunaan air harus dikelola secara lebih bijaksana. Petani juga diimbau untuk mengikuti arahan dan rekomendasi dari petugas pertanian setempat.
Departemen Pertanian Sri Lanka saat ini terus memantau perkembangan kondisi cuaca. Otoritas tersebut juga berjanji akan memberikan informasi dan panduan teknis terbaru kepada petani apabila terjadi perubahan situasi.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan para petani dapat mengambil keputusan yang tepat dalam mengelola lahan pertanian mereka. Departemen Meteorologi Sri Lanka memperingatkan negara tersebut berpotensi mengalami penurunan curah hujan pada Juli dan Agustus apabila El Nino berkembang.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kekeringan dan mengurangi ketersediaan air untuk kebutuhan pertanian. Pemerintah Sri Lanka menilai ancaman kekeringan berpotensi memberikan tekanan terhadap produksi pangan nasional.
Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai langkah konservasi air di sektor pertanian. Strategi adaptasi pertanian juga disiapkan untuk meminimalkan dampak yang mungkin ditimbulkan oleh fenomena El Nino dalam beberapa bulan mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....