Pemerhati: Strategi Multisource Redam Risiko Gangguan Pasokan Energi
- 13 Jun 2026 12:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Risiko mengatakan, penutupan Selat Hormuz belum mengancam pasokan energi nasional.
- Indonesia telah menerapkan strategi pengadaan energi dari berbagai sumber.
RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Risiko mengatakan, penutupan Selat Hormuz belum mengancam pasokan energi nasional. Hal ini lantaran, Indonesia telah menerapkan strategi pengadaan energi dari berbagai sumber.
Menurutnya, pasokan energi Indonesia tidak bergantung pada satu kawasan. Ia mengatakan, sebagian besar kebutuhan energi diperoleh dari berbagai wilayah sehingga membantu mengurangi risiko gangguan pasokan global.
"Kita menunggu situasi kembali normal karena pengadaan energi Indonesia sudah menggunakan multisource. Pasokan energi tidak hanya berasal dari satu kawan," kata Komaidi dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Sabtu, 13 Juni 2026.
Sekitar 60 hingga 65 persen pasokan energi Indonesia berasal dari berbagai sumber. Kondisi tersebut membuat ketahanan pasokan relatif lebih terjaga.
Namun, gangguan pasokan dari Timur Tengah tetap berpotensi menimbulkan dampak. Indonesia kemungkinan harus mencari sumber energi dari kawasan lain.
Salah satu alternatif yang dapat dipilih adalah Amerika Serikat. Namun, waktu pengiriman dari negara tersebut lebih lama.
Komaidi menjelaskan pengiriman dari Afrika atau Timur Tengah relatif cepat. Waktu tempuhnya berkisar antara delapan hingga dua belas hari.
Sebaliknya, pengiriman dari Amerika Serikat membutuhkan waktu lebih panjang. Durasi pengiriman dapat mencapai 35 hingga 40 hari.
"Ketersediaan energi di dalam negeri tetap menjadi prioritas. Namun, pergeseran sumber pasokan akan meningkatkan biaya pengadaan," ujarnya.
Ia menegaskan, ketahanan energi harus berjalan seiring transisi energi. Langkah tersebut mendukung target Net Zero Emission Indonesia.
Menurutnya, pengembangan energi baru memerlukan waktu cukup panjang. Sebuah proyek umumnya membutuhkan sekitar lima tahun hingga beroperasi komersial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....