Usai AFF 2026, Dave Laksono Dorong Kolaborasi Perikanan dengan Vietnam
- 11 Jun 2026 07:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta: Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono mendorong penguatan kolaborasi sektor perikanan antara Indonesia dan Vietnam. Upaya tersebut dilakukan melalui serangkaian pertemuan dengan pelaku industri dan pemangku kepentingan strategis di Ho Chi Minh City, Vietnam.
Kegiatan tersebut berlangsung usai Dave Laksono bersama delegasi parlemen Indonesia menghadiri ASEAN Future Forum (AFF) 2026 di Hanoi. Pertemuan lanjutan itu menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral sekaligus menjajaki peluang kerja sama yang memberikan manfaat ekonomi bagi kedua negara.
Salah satu agenda utama yang dilakukan adalah pertemuan dengan sejumlah perusahaan perikanan Vietnam. Pembahasan difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi, perluasan pasar ekspor, transfer teknologi, serta peluang investasi untuk memperkuat industri perikanan nasional.
Menurut Dave, Indonesia dan Vietnam memiliki potensi besar untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan di sektor maritim. Pengalaman Vietnam dalam mengembangkan industri perikanan yang kompetitif dinilai dapat menjadi referensi bagi Indonesia dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing.
“Indonesia memiliki sumber daya kelautan yang sangat besar. Tantangan berikutnya adalah memastikan potensi tersebut dapat diubah menjadi nilai ekonomi yang lebih tinggi melalui penguatan industri pengolahan, modernisasi rantai pasok, dan perluasan akses pasar internasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 11 Juni 2026.
Dave menegaskan kerja sama yang dijajaki tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi perikanan. Menurutnya, kolaborasi juga diarahkan untuk memperkuat hilirisasi sehingga produk perikanan Indonesia memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
Ia menilai pengembangan industri pengolahan, peningkatan kualitas produk, dan diversifikasi hasil perikanan menjadi langkah penting. Dengan demikian, sektor perikanan nasional dapat bersaing lebih kuat di pasar global sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Kita ingin nelayan Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem industri yang menghasilkan produk bernilai tinggi. Karena itu, hilirisasi sektor perikanan harus terus diperkuat agar manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas,” kata Dave.
Pertemuan tersebut juga membuka peluang perluasan akses produk perikanan Indonesia ke berbagai pasar internasional. Penguatan jejaring bisnis dan kolaborasi antarpelaku industri kedua negara diharapkan mampu meningkatkan volume perdagangan dan investasi.
Dave menegaskan diplomasi parlemen harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, berbagai pertemuan yang dilakukan di Vietnam tidak hanya bertujuan mempererat hubungan bilateral, tetapi juga membuka peluang kerja sama ekonomi yang mendukung pertumbuhan nasional.
Ia optimistis hubungan Indonesia dan Vietnam yang semakin erat dapat menjadi modal penting untuk mengembangkan berbagai kerja sama strategis ke depan. Kolaborasi antara pemerintah, parlemen, dan dunia usaha kedua negara diyakini mampu menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....