Korban Gempa Filipina Bertambah, Desa-desa di Mindanao Masih Terisolasi

  • 10 Jun 2026 16:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Korban meninggal akibat gempa magnitudo 7,8 di Mindanao telah melampaui 40 orang, sementara lebih dari 450 orang mengalami luka-luka dan ribuan warga masih mengungsi.
  • Ratusan gempa susulan serta kerusakan jalan dan jembatan menghambat upaya penyelamatan, membuat sejumlah wilayah terdampak hanya dapat dijangkau menggunakan helikopter dan tetap terisolasi.
  • Pemerintah Filipina terus mengerahkan bantuan darurat dan tim penyelamat, sementara Presiden Ferdinand Marcos Jr. dijadwalkan meninjau lokasi bencana dan mempercepat pemulihan infrastruktur serta pasokan listrik.

RRI.CO.ID, Mindanao — Jumlah korban meninggal akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang Pulau Mindanao, Filipina, pada Senin, 8 Juni 2026 terus bertambah. Korban dari gempa tersebut kini telah melampaui 40 orang, dilansir dari The Star.

Ribuan warga masih mengungsi, sementara lebih dari 450 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat bencana tersebut. Gempa yang berpusat di lepas pantai Kota Maasim, Provinsi Sarangani, menyebabkan kerusakan luas.

Sejumlah kawasan hingga kini hanya dapat dijangkau menggunakan helikopter karena kerusakan infrastruktur dan ancaman gempa susulan yang masih terus terjadi. Ratusan gempa susulan tercatat setelah guncangan utama, sehingga memperlambat proses pencarian dan penyelamatan.

Tim penyelamat terpaksa bekerja dengan sangat hati-hati untuk menghindari risiko tambahan di lokasi-lokasi yang masih rawan longsor maupun runtuhan bangunan. Kerusakan jalan dan runtuhnya sejumlah jembatan membuat beberapa komunitas terisolasi.

Otoritas setempat memperkirakan sejumlah wilayah akan tetap sulit diakses setidaknya selama satu minggu hingga perbaikan darurat dapat dilakukan. Data resmi mencatat sedikitnya 33 orang meninggal dunia dan empat orang masih dinyatakan hilang.

Namun, sejumlah laporan dari pemerintah provinsi menyebut jumlah korban meninggal telah meningkat menjadi 41 orang. Tanah longsor menjadi salah satu penyebab utama jatuhnya korban jiwa, dengan edikitnya 13 orang meninggal akibat longsor di Sarangani.

Secara keseluruhan, gempa telah memengaruhi sekitar 17.689 keluarga di wilayah Mindanao. Lebih dari 8.000 orang saat ini masih tinggal di pusat-pusat evakuasi yang disiapkan pemerintah.

Pemerintah Filipina terus mengirimkan tim penyelamat dan bantuan logistik ke daerah terdampak. Presiden Ferdinand Marcos Jr. juga dijadwalkan mengunjungi Mindanao pekan ini untuk meninjau langsung kondisi wilayah yang terkena bencana.

Selain itu, pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap rumah sakit dan infrastruktur penting yang mengalami kerusakan akibat gempa. Upaya pemulihan pasokan listrik juga terus dipercepat guna mendukung penanganan darurat dan proses pemulihan bagi masyarakat terdampak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....