BMKG: Gempa Sangihe Bagian dari Rangkaian Gempa Filipina

  • 09 Jun 2026 15:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 5,1 mengguncang wilayah Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut), Selasa 9 Juni 2026 siang.
  • menyebut gempa ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas gempa susulan yang sebelumnya terjadi di Mindanao, Filipina.
  • Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi lempeng.

RRI.CO.ID, Jakarta - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 5,1 mengguncang wilayah Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut), Selasa 9 Juni 2026 siang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas gempa susulan yang sebelumnya terjadi di Mindanao, Filipina.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan, gempa yang terjadi pukul 13.15 WIB itu berkaitan dengan gempa besar berkekuatan M 7,7 yang mengguncang Mindanao pada 8 Juni 2026. "Gempa bumi ini merupakan rangkaian susulan dari gempabumi M7,7 di Mindanao, Filipina pada tanggal 8 Juni 2026 pukul 06.37.42 WIB," kata Wijayanto, Selasa 9 Juni 2026.

BMKG mencatat gempa M 5,1 tersebut berpusat pada koordinat 5,43 derajat Lintang Utara dan 125,21 derajat Bujur Timur. Episenternya berada di laut sekitar 204 kilometer barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dengan kedalaman 24 kilometer.

Menurut Wijayanto, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini tergolong gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber juga menunjukkan gempa memiliki pola pergerakan geser atau strike-slip.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip)," ujarnya.

Guncangan gempa dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah perbatasan Indonesia bagian utara. Berdasarkan analisis percepatan tanah dan peta guncangan (shakemap), intensitas gempa mencapai III MMI di Kepulauan Marore, Kepulauan Sangihe.

Sementara di Kendahe, Kepulauan Sangihe, serta Miangas di Kepulauan Talaud, getaran dirasakan pada skala II hingga III MMI. Meski sempat dirasakan warga, BMKG memastikan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Wijayanto.

Sementara itu, aktivitas kegempaan di wilayah Filipina masih terus berlangsung pascagempa kuat M 7,7 yang terjadi sehari sebelumnya. Hingga Selasa pukul 08.00 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 130 gempa susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar mencapai M 6,7.

BMKG terus memantau perkembangan aktivitas seismik di kawasan tersebut dan mengimbau masyarakat tetap tenang. Serta hanya mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan lembaga berwenang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....