Filipina Diguncang Ratusan Gempa Susulan, Korban Dikhawatirkan Bertambah

  • 10 Jun 2026 14:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gempa magnitudo 7,8 yang mengguncang Mindanao menewaskan sedikitnya 37 orang dan melukai 487 lainnya, sementara pemerintah Filipina memperingatkan jumlah korban masih berpotensi bertambah.
  • Bencana menyebabkan kerusakan luas, termasuk bangunan runtuh, jalan retak dan tertimbun longsor, serta gangguan listrik dan komunikasi. Sekitar 2.000 rumah dan 6.000 sekolah negeri dilaporkan mengalami kerusakan.
  • Pemerintah Filipina mengerahkan sumber daya nasional untuk penanganan darurat, sementara operasi pencarian dan penyelamatan terus berlangsung. Akses ke sejumlah daerah terpencil masih terhambat longsor.

RRI.CO.ID, Mindanao — Ratusan gempa susulan mengguncang wilayah selatan Filipina setelah gempa magnitudo 7,8 pada Senin, 8 Juni 2026 pagi di Pulau Mindanao. Sedikitnya 37 orang dilaporkan meninggal dan 487 orang lainnya mengalami luka-luka.

Sementara itu, pemerintah memperingatkan jumlah korban masih dapat bertambah. Kerusakan besar akibat gempa terlihat di berbagai wilayah Mindanao, dilansir dari BBC News, Rabu, 10 Juni 2026.

Banyak bangunan runtuh, sejumlah jalan mengalami retakan besar, dan beberapa ruas tertimbun longsor. Selain itu, banyak daerah masih mengalami pemadaman listrik dan gangguan jaringan telepon, sehingga menyulitkan upaya penanganan darurat.

Gempa tersebut juga memicu peringatan tsunami di sejumlah negara, termasuk Indonesia dan Jepang. Peringatan tersebut menyebabkan puluhan ribu warga mengungsi dari wilayah pesisir yang dianggap berisiko terdampak gelombang tsunami.

Bernardo Alejandro, pejabat yang mengawasi respons bencana, mengatakan prioritas utama saat ini adalah pencarian dan penyelamatan korban. Pemerintah memperkirakan hampir 2.000 rumah dan sekitar 6.000 sekolah negeri mengalami kerusakan akibat gempa.

Para ahli menjelaskan bahwa gempa dipicu oleh pergerakan di Palung Cotabato, kawasan yang dikenal sebagai sumber gempa besar di Filipina. Palung yang sama pernah memicu gempa dan tsunami mematikan pada 1976 yang menewaskan ribuan orang.

Kepanikan terjadi di berbagai kota ketika guncangan berlangsung. Rekaman video menunjukkan bangunan runtuh dan anak-anak berteriak ketakutan saat tanah berguncang.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengatakan pemerintah telah mengerahkan seluruh sumber daya negara untuk menangani bencana. Menteri Perhubungan dan Menteri Kesehatan telah diterbangkan dari Manila ke Mindanao untuk mengawasi penanganan darurat.

Di sisi lain, akses ke sejumlah daerah terpencil masih terhambat longsor. Wali Kota Jason John Joyce menyatakan satu-satunya jalan raya menuju wilayahnya tertimbun material longsor sehingga bantuan dikirim melalui udara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....