Demonstran Meksiko Blokir Akses Stadion Azteca jelang Piala Dunia
- 10 Jun 2026 15:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ribuan guru dan pendukungnya memblokir akses menuju Stadion Azteca beberapa hari menjelang pembukaan Piala Dunia 2026 sebagai bagian dari aksi protes yang telah berlangsung selama sepekan.
- Pemerintah Meksiko mengerahkan ribuan petugas keamanan untuk mengamankan area stadion, namun demonstrasi berlangsung damai dan tidak mengganggu jadwal pertandingan pembuka Piala Dunia.
- Serikat guru CNTE menuntut kenaikan gaji dan pembatalan undang-undang pensiun, sementara pemerintah memilih melanjutkan dialog meski hingga kini belum tercapai kesepakatan.
RRI.CO.ID, Kota Meksiko — Ribuan pengunjuk rasa memblokir jalan menuju Stadion Azteca di Kota Meksiko pada Selasa, 9 Juni 2026. Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan beberapa hari menjelang pembukaan Piala Dunia 2026, dilansir dari France24.
Stadion tersebut dijadwalkan menjadi lokasi pertandingan pembuka turnamen yang diselenggarakan bersama oleh Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada. Aksi demonstrasi dipimpin oleh kelompok pecahan serikat guru CNTE dan merupakan bagian dari rangkaian protes yang telah berlangsung selama sepekan.
Ribuan peserta turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan mereka kepada pemerintah. Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyebut aksi tersebut sebagai bentuk provokasi.
Ia menilai demonstrasi itu berupaya menggambarkan situasi di Meksiko secara lebih buruk dari kenyataan yang ada. Untuk mencegah massa mencapai stadion, aparat keamanan membentuk blokade di sejumlah titik menuju Stadion Azteca.
Ribuan petugas keamanan dikerahkan dan penghalang beton dipasang di sekitar lokasi pertandingan. Meski demikian, aksi berlangsung relatif tertib.
Para demonstran bertahan di jalan selama sekitar tiga jam sebelum akhirnya membubarkan diri. Kepala Keamanan Kota Meksiko, Pablo Vazquez, mengatakan unjuk rasa berlangsung damai tanpa insiden besar.
Sheinbaum menegaskan bahwa pertandingan pembuka Piala Dunia tetap akan berlangsung sesuai jadwal. Pemerintah juga kembali menolak penggunaan tindakan represif terhadap para demonstran dan memilih melanjutkan pendekatan dialog.
Namun, hingga kini upaya dialog belum menghasilkan kesepakatan. Serikat guru CNTE yang mogok kerja sejak pekan lalu tetap mempertahankan tuntutannya, yaitu kenaikan gaji dan pembatalan undang-undang pensiun.
Pemerintah Meksiko menilai tuntutan tersebut sulit untuk dipenuhi. Sementara itu, para guru mendirikan perkemahan di dekat zona penggemar Piala Dunia di Lapangan Zocalo sebagai bagian dari aksi protes mereka.
Ketegangan sebelumnya sempat meningkat ketika polisi membubarkan demonstran pada 1 Juni menggunakan gas air mata dan peluru karet. Para guru berencana menggelar aksi lanjutan pada Kamis, 11 Juni 2026 yang akan melibatkan keluarga korban orang hilang di Meksiko.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....