Aksi Protes Melanda Kota Meksiko jelang Piala Dunia 2026
- 04 Jun 2026 15:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Aksi protes, penutupan jalan, dan proyek konstruksi yang belum selesai menyebabkan kemacetan luas serta mengganggu mobilitas jutaan warga menjelang laga pembuka Piala Dunia di Stadion Azteca.
- Kelompok guru CNTE menuntut pemerintah mencabut reformasi pensiun dan jaminan sosial tahun 2007 serta menaikkan gaji. Mereka mengancam menggelar demonstrasi massal saat pembukaan Piala Dunia jika tuntutan tidak dipenuhi.
- Meski Meksiko akan menjadi tuan rumah 13 pertandingan Piala Dunia 2026, sejumlah proyek penting masih belum selesai, termasuk renovasi Bandara Internasional Benito Juarez serta perbaikan sistem metro dan jalan-jalan utama di ibu kota.
RRI.CO.ID, Kota Meksiko — Kota Meksiko menghadapi gangguan besar menjelang pembukaan Piala Dunia 2026. Gangguan tersebut berasal dari aksi protes, penutupan jalan, dan proyek konstruksi yang belum selesai.
Kondisi tersebut menyebabkan kemacetan luas dan mengganggu mobilitas jutaan warga yang harus mencari rute alternatif untuk aktivitas sehari-hari. Ibu kota Meksiko akan menjadi tuan rumah laga pembuka Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan di Stadion Azteca.
Melansir dari CNBC, laga tersebut akan berlangsung pada Kamis, 11 Juni 2026. Namun, di tengah persiapan laga tersebut, kelompok guru dan organisasi lainnya menggelar demonstrasi besar-besaran di berbagai titik kota.
Para pengunjuk rasa memblokir sejumlah jalan utama dan menegaskan bahwa aksi mereka tidak terkait dengan Piala Dunia. Meski demikian, mereka mengancam akan meningkatkan intensitas demonstrasi jika pemerintah Presiden Claudia Sheinbaum tidak memenuhi tuntutan yang telah lama disuarakan.
Salah satu kelompok yang memimpin aksi adalah CNTE, faksi oposisi dalam serikat guru nasional Meksiko. Organisasi tersebut mengancam akan menggelar demonstrasi massal saat pembukaan Piala Dunia.
Mereka juga menuntut pemerintah mencabut reformasi pensiun serta jaminan sosial yang diberlakukan pada 2007. Selain itu, para guru juga meminta kenaikan gaji.
Demonstrasi terkonsentrasi di kawasan Insurgentes dan Paseo de la Reforma, dua jalan utama yang menjadi simbol penting Kota Meksiko. Blokade yang dilakukan para demonstran menyebabkan kemacetan parah di berbagai wilayah ibu kota dan mengganggu aktivitas warga.
Pada Selasa, sejumlah patung pemain sepak bola di Paseo de la Reforma dirusak dan dirobohkan. Namun, CNTE membantah keterlibatan anggotanya dalam aksi tersebut dan menegaskan bahwa mereka tidak berniat merusak properti maupun memicu konfrontasi.
Meski demikian, sejumlah pelaku usaha memasang penghalang logam dan kayu untuk melindungi bangunan mereka. Presiden Claudia Sheinbaum menyatakan pemerintah tidak akan terpancing oleh provokasi maupun mengambil tindakan represif terhadap para demonstran.
Meksiko akan menjadi tuan rumah 13 pertandingan Piala Dunia 2026, dengan lima pertandingan digelar di Kota Meksiko. Menjelang turnamen, pemerintah telah menjalankan berbagai proyek infrastruktur untuk mendukung penyelenggaraan acara tersebut.
Namun, sejumlah proyek infrastruktur penting masih belum selesai menjelang Piala Dunia 2026. Proyek tersebut mencakup renovasi Bandara Internasional Benito Juarez serta perbaikan sistem metro dan jalan-jalan utama di ibu kota.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....