Trump Sebut Siap Bertemu Mojtaba Khamenei jika Kesepakatan Tercapai

  • 06 Jun 2026 16:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden AS Donald Trump menyatakan bersedia bertemu langsung dengan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei jika kedua negara berhasil mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik.
  • Proses negosiasi antara Washington dan Teheran masih diwarnai ketidakpastian, sementara penutupan Selat Hormuz oleh Iran terus memengaruhi pasar energi global dan mendorong kenaikan harga energi.
  • Meski media pemerintah Iran melaporkan kemungkinan penghentian perundingan, Trump menyatakan Iran telah menyetujui untuk tidak memiliki senjata nuklir, yang dinilai dapat membuka peluang kemajuan diplomatik.

RRI.CO.ID, Washington — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bersedia bertemu langsung dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Menurut Trump, pertemuan itu dapat terjadi jika kedua negara berhasil mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik, dilansir dari CNBC.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, Kamis, 4 Juni 2026. Ia mengatakan akan merasa terhormat untuk bertemu Khamenei dan tidak keberatan melakukan pembicaraan secara langsung apabila kesepakatan berhasil dicapai.

Trump menyampaikan komentarnya di tengah upaya diplomatik yang terus berlangsung untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, pertemuan tingkat tinggi dapat menjadi bagian dari langkah menuju penyelesaian konflik yang lebih luas.

Di tengah upaya diplomatik tersebut, berbagai sinyal berbeda masih muncul dari proses perundingan antara Washington dan Teheran. Ketidakpastian mengenai arah negosiasi telah memengaruhi pasar global dan mendorong kenaikan harga energi dalam beberapa bulan terakhir.

Salah satu sumber kekhawatiran utama adalah penutupan sebagian besar Selat Hormuz oleh Iran sejak konflik dimulai. Jalur strategis tersebut menjadi lintasan sekitar seperlima pasokan minyak dunia sehingga gangguan berdampak langsung terhadap pasar energi internasional.

Media pemerintah Iran sebelumnya melaporkan bahwa para negosiator Iran mempertimbangkan untuk menghentikan perundingan yang sedang berlangsung. Teheran juga disebut tetap berencana mempertahankan penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia.

Namun, Trump pada Rabu, 3 Juni 2026 mengatakan bahwa Iran telah menyetujui untuk tidak memiliki senjata nuklir. Pernyataan tersebut dinilai dapat membuka peluang bagi kemajuan dalam proses diplomatik antara kedua negara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....