Iran Pesimis soal Negoisasi, Trump Klaim Kesepakatan Damai Sudah Dekat
- 04 Jun 2026 15:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan belum ada kemajuan nyata dalam perundingan untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah, meskipun jalur komunikasi dengan Amerika Serikat masih terbuka.
- Presiden AS, Donald Trump, mengatakan pembicaraan dengan Iran berjalan baik dan berpotensi menghasilkan kesepakatan damai pada akhir pekan. Namun, Iran menolak memisahkan pembahasan konflik Iran-AS dari konflik Israel-Hezbollah di Lebanon.
- Pertempuran antara Israel dan Hezbollah terus berlanjut meskipun ada upaya gencatan senjata, sementara negosiasi antara Iran dan AS belum menunjukkan hasil yang signifikan.
RRI.CO.ID, Teheran — Iran menyatakan belum ada kemajuan nyata dalam negosiasi untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Meski demikian, komunikasi antara Teheran dan Amerika Serikat masih terus berlangsung, dilansir dari France24, Kamis, 4 Juni 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, di tengah meningkatnya ketegangan. Menurutnya, proses perundingan sejauh ini belum menghasilkan terobosan yang berarti.
Situasi semakin rumit setelah serangan terbaru menguji ketahanan gencatan senjata yang telah berlaku sejak 8 April lalu. Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump tetap menunjukkan optimisme terhadap jalannya perundingan.
Trump mengatakan kesepakatan damai dengan Iran berpotensi tercapai pada akhir pekan. Ia juga menyebut pembicaraan yang berlangsung saat ini berjalan dengan sangat baik.
Trump juga menyatakan keinginannya untuk memisahkan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran dari konflik antara Israel dan Hezbollah di Lebanon. Namun, Iran menegaskan bahwa kedua konflik tersebut saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan isu persediaan uranium Iran yang diperkaya menjadi fokus utama dalam pembicaraan. Washington menuntut Teheran menyerahkan stok uranium yang mendekati tingkat senjata nuklir, membatasi aktivitas nuklirnya, serta membuka kembali Selat Hormuz.
Di Lebanon, konflik juga terus berlanjut. Pemerintah Lebanon melaporkan sedikitnya sembilan orang tewas akibat serangan Israel di wilayah selatan negara itu, termasuk dua petugas medis.
Meski berbagai upaya diplomatik terus dilakukan, gencatan senjata untuk menghentikan pertempuran Israel dan Hezbollah hingga kini belum berjalan efektif. Kedua pihak masih terus saling melancarkan serangan, sementara negosiasi yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat belum menunjukkan kemajuan signifikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....