AS dan Filipina Bahas Perdamaian serta Stabilitas di Laut China Selatan
- 06 Jun 2026 15:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro membahas kerja sama ekonomi dan keamanan bilateral, termasuk upaya menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan.
- Amerika Serikat menegaskan komitmennya terhadap pengembangan Koridor Ekonomi Luzon serta kerja sama untuk mengatasi tantangan energi di kawasan Indo-Pasifik.
- Kedua negara menegaskan kembali kemitraan strategis, kerja sama maritim, dan pentingnya jalur diplomatik untuk menjaga stabilitas regional di tengah meningkatnya tantangan di Laut China Selatan.
RRI.CO.ID, Washington — Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Filipina, Maria Theresa Lazaro. Pertemuan tersebut digelar untuk membahas berbagai isu ekonomi dan keamanan bilateral, dilansir dari Anadolu, Sabtu, 6 Juni 2026.
Salah satu fokus utama pertemuan tersebut adalah upaya memajukan perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan. Menurut pernyataan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, kedua pejabat juga membahas berbagai prioritas strategis.
Dalam pertemuan itu, Rubio menegaskan kembali komitmen Amerika Serikat terhadap pengembangan Koridor Ekonomi Luzon. Inisiatif trilateral yang melibatkan Amerika Serikat, Jepang, dan Filipina tersebut bertujuan meningkatkan konektivitas dan pembangunan ekonomi di kawasan.
Kedua pihak juga membahas berbagai tantangan energi yang dihadapi kawasan serta peluang kerja sama untuk mengatasinya. Rubio turut menyoroti kuatnya hubungan antara Amerika Serikat dan Filipina yang telah terjalin selama beberapa dekade.
Tahun 2026 menjadi momen penting karena menandai 80 tahun hubungan diplomatik kedua negara serta 75 tahun kemitraan sebagai sekutu. Filipina sendiri merupakan salah satu sekutu militer tertua Amerika Serikat di kawasan Asia-Pasifik melalui perjanjian pertahanan bersama.
Sementara itu, Lazaro menggambarkan pertemuan tersebut sebagai pertemuan yang produktif. Melalui unggahannya di platform X, ia menyatakan diskusi mencakup berbagai aspek kemitraan strategis kedua negara, termasuk penguatan diplomasi ekonomi.
Lazaro mengatakan kedua negara juga menegaskan kembali kerja sama maritim dan komitmen bersama menjaga perdamaian serta stabilitas kawasan. Ia menekankan pentingnya jalur diplomatik dalam meredakan ketegangan dan mendorong penyelesaian berbagai isu regional secara damai.
Pertemuan tersebut mencerminkan upaya Amerika Serikat dan Filipina untuk terus memperkuat kerja sama ekonomi, keamanan, dan diplomasi. Langkah itu dilakukan di tengah berbagai tantangan yang berkembang di kawasan Indo-Pasifik, khususnya terkait situasi di Laut China Selatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....