Pemimpin ASEAN dan Presiden Rusia Dijadwalkan Gelar KTT Bulan Juni

  • 02 Jun 2026 19:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • ASEAN dijadwalkan menggelar KTT dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kazan, Rusia, pada 17–18 Juni 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat kemitraan strategis di tengah dinamika geopolitik global.
  • Pertemuan ini mencerminkan hubungan yang tetap terjaga antara ASEAN dan Rusia, meski sebagian besar negara ASEAN sebelumnya mendukung resolusi PBB yang mengecam invasi Rusia ke Ukraina.
  • Terdapat perbedaan sikap di internal ASEAN, termasuk soal hubungan dengan Rusia, perdagangan energi, serta kehadiran pemimpin Myanmar yang masih dibatasi akibat konflik politik domestik.

RRI.CO.ID, Manila — Para pemimpin negara anggota ASEAN dijadwalkan menggelar pertemuan puncak dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Mereka akan bertemu dalam KTT peringatan yang akan berlangsung di Kota Kazan, Rusia, pada 17–18 Juni 2026.

Melansir dari ABC News, Selasa, 2 Juni 2026, informasi tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Filipina, Theresa Lazaro. Hal tersebut disampaikan setelah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov.

Kedua pejabat membahas persiapan pertemuan serta peluang memperluas kemitraan strategis antara Rusia dan ASEAN. Kedutaan Besar Rusia di Manila menyatakan bahwa Moskow ingin memperkuat kerja sama dengan ASEAN di berbagai bidang.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Rusia untuk memperdalam hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara di tengah dinamika geopolitik global. Sebagian besar negara anggota ASEAN sebelumnya mendukung resolusi Majelis Umum PBB yang mengecam invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Namun, ASEAN tetap mempertahankan hubungan dengan Moskow sebagai mitra dialog. Blok regional tersebut juga terus melibatkan para pejabat Rusia dalam berbagai pertemuan tingkat tinggi yang diselenggarakan setiap tahun.

Di dalam ASEAN sendiri terdapat perbedaan pendekatan terhadap Rusia. Filipina, yang saat ini memegang presidensi bergilir ASEAN, dikenal sebagai sekutu dekat Amerika Serikat.

Sementara itu, sejumlah negara lain memiliki hubungan perdagangan dan keamanan yang kuat dengan Rusia maupun Tiongkok. Vietnam dan Laos termasuk negara yang memilih abstain dalam pemungutan suara PBB terkait konflik Ukraina.

Selain itu, beberapa anggota ASEAN seperti Filipina, Indonesia, Thailand, dan Vietnam telah mengimpor minyak mentah Rusia. Negara-negara tersebut juga menyatakan minat untuk membeli minyak tersebut setelah lonjakan harga energi global dalam beberapa bulan terakhir.

Seorang pejabat pemerintah Filipina menyebut Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., diperkirakan akan menghadiri pertemuan tersebut. Namun, kehadiran pemimpin Singapura belum dapat dipastikan mengingat negara itu sebelumnya mengecam invasi Rusia dan menjatuhkan sanksi terhadap Moskow.

Sementara itu, pemimpin Myanmar kemungkinan besar tidak akan diizinkan menghadiri KTT. ASEAN masih mempertahankan larangan terhadap para pemimpin Myanmar untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi.

Hingga kini, ASEAN juga terus mendorong pelaksanaan konsensus lima poin yang bertujuan mengakhiri kekerasan dan membuka dialog politik di Myanmar. Namun, upaya tersebut belum menunjukkan hasil signifikan di tengah konflik yang masih berlangsung di negara tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....