Negara-negara Islam dan Arab Peringatkan Aneksasi Israel di Palestina
- 06 Jun 2026 13:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Palestina, Kelompok Arab, dan OKI memperingatkan Israel diduga memanfaatkan ketidakstabilan regional untuk mendorong aneksasi dan perubahan besar di wilayah Palestina yang diduduki.
- Utusan Palestina di PBB, Riyad Mansour, menyoroti memburuknya situasi di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Gaza serta menganggap rencana permukiman E1 sebagai ancaman serius bagi solusi dua negara.
- Mereka mendesak Dewan Keamanan PBB dan komunitas internasional untuk mengambil tindakan tegas menghentikan ekspansi permukiman, mencegah aneksasi, dan memastikan akuntabilitas sesuai hukum internasional.
RRI.CO.ID, Yerusalem — Palestina, Kelompok Arab, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) memperingatkan adanyaaneksasi Israel di wilayah Palestina yang diduduki. Mereka menilai Israel memanfaatkan ketidakstabilan regional untuk mempercepat perubahan di wilayah tersebut, dilansir dari Anadolu, Sabtu, 6 Juni 2026.
Peringatan ini disampaikan dalam konferensi di PBB, di mana situasi di wilayah Palestina disebut semakin memburuk. Utusan Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, menyatakan bahwa kondisi di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza sangat berbahaya.
Mansour memperingatkan adanya upaya Israel melakukan perubahan besar di balik situasi perang. Ia menambahkan bahwa langkah tersebut mencakup kemungkinan aneksasi wilayah Palestina yang dapat menghancurkan peluang solusi dua negara.
Ia juga menyoroti potensi memburuknya situasi kemanusiaan di Gaza. Dalam surat yang dikirim Palestina kepada Dewan Keamanan PBB, mereka menyoroti berbagai pelanggaran yang terjadi di Tepi Barat.
Salah satu poin utama yang disampaikan adalah rencana permukiman E1 yang dinilai sebagai ancaman serius. Rencana tersebut bertujuan menghubungkan Yerusalem Timur dengan permukiman ilegal di sekitarnya melalui penyitaan tanah dan pembangunan permukiman baru.
Mansour menyebut rencana tersebut sangat berbahaya. Ia mendesak Dewan Keamanan untuk menjalankan tanggung jawabnya sesuai Resolusi 2334 yang menegaskan ilegalnya permukiman Israel di wilayah pendudukan.
Ia menekankan perlunya tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan simbolis, serta menegaskan bahwa rakyat Palestina tidak memiliki tanah air selain Palestina. Ia juga menyinggung keterbatasan Dewan Keamanan akibat hak veto, namun menolak lembaga tersebut menghindari tanggung jawabnya.
Mansour turut mengutip pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menolak aneksasi, berharap AS dapat menggunakan pengaruhnya untuk menekan Israel. Dalam pertemuan tersebut, wakil Turki untuk PBB yang berbicara atas nama OKI mengutuk keras upaya penguatan pendudukan dan aneksasi Israel.
Mereka juga mendesak tindakan internasional untuk menghentikan perluasan permukiman dan pengusiran paksa warga Palestina. Utusan Kelompok Arab menyebut rencana E1 sebagai ancaman eksistensial bagi Palestina dan prospek perdamaian.
Ia menyerukan agar Dewan Keamanan dan komunitas internasional mengambil tindakan tegas untuk menghentikan aktivitas terkait aneksasi serta menghentikan ekspansi permukiman. Ia juga menekankan pentingnya memastikan akuntabilitas sesuai hukum internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....