Prancis Akan Gelar Pertemuan Israel-Palestina untuk Dukung Solusi Dua Negara

  • 05 Jun 2026 15:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Prancis akan mempertemukan perwakilan masyarakat sipil Israel dan Palestina pada 12 Juni untuk mendukung solusi dua negara dan mendorong pengakuan negara Palestina.
  • Rekomendasi yang dihasilkan dari pertemuan tersebut akan dibawa ke berbagai forum internasional, termasuk KTT G7 di Evian, guna memperkuat upaya diplomatik menuju perdamaian.
  • Pembahasan akan mencakup keamanan Israel-Palestina, bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza, implementasi solusi dua negara, serta isu demokrasi, reformasi, dan integrasi regional.

RRI.CO.ID, Paris — Prancis akan mempertemukan perwakilan masyarakat sipil Israel dan Palestina di Paris pada 12 Juni 2026. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mendukung upaya perdamaian dan mendorong implementasi solusi dua negara, dilansir dari Anadolu.

Pertemuan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat langkah menuju pengakuan dan pembentukan negara Palestina. Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, mengumumkan rencana tersebut melalui pesan video kepada kelompok masyarakat sipil Israel dan Palestina.

Ia menyebut agenda tersebut sebagai pertemuan yang sangat penting bagi upaya perdamaian di kawasan. Menurutnya, pertemuan itu akan mempertemukan berbagai tokoh masyarakat sipil kedua pihak untuk menegaskan kembali komitmen bersama terhadap solusi dua negara.

Acara tersebut juga menandai satu tahun setelah Prancis bersama sejumlah negara lain mengakui Negara Palestina. Prancis berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan sejumlah rekomendasi terkait upaya perdamaian Israel dan Palestina.

Rekomendasi itu nantinya akan menjadi masukan dalam berbagai forum internasional, termasuk KTT G7 yang tahun ini digelar di Evian. Pemerintah Prancis menyatakan ingin mendorong langkah yang lebih konkret untuk memperkuat pengakuan dan implementasi negara Palestina.

Barrot menekankan bahwa masyarakat sipil memiliki peran penting dalam membangun perdamaian. Menurutnya, organisasi lokal dan para aktivis dalam posisi terbaik untuk memahami kebutuhan, aspirasi, serta tantangan masyarakat Israel dan Palestina.

Diskusi menjelang pertemuan di Paris difokuskan pada lima isu utama. Isu yang dibahas meliputi keamanan bagi warga Israel dan Palestina serta bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza.

Pembahasan juga mencakup implementasi solusi dua negara dan respons terhadap ancaman aneksasi. Selain itu, peserta akan membahas penguatan narasi perdamaian, demokrasi, reformasi, dan integrasi regional.

Pemerintah Prancis menyatakan seluruh pembahasan akan berpedoman pada prinsip-prinsip yang tertuang dalam Deklarasi New York. Hasil pertemuan diharapkan dapat menjadi dasar bagi berbagai inisiatif diplomatik berikutnya dalam upaya menyelesaikan konflik yang telah berlangsung lama.

Barrot menegaskan tantangan terbesar saat ini adalah mewujudkan kondisi di mana kedua pihak dapat hidup berdampingan secara damai dan aman. Ia juga menekankan komitmen Prancis untuk terus bekerja sama dengan mitra di kedua pihak guna mendukung terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....