Iran Hentikan Dialog dengan AS Akibat Eskalasi Konflik di Lebanon

  • 02 Jun 2026 17:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran menghentikan sementara perundingan dengan AS.
  • Serangan Israel di Lebanon dan Gaza menjadi pemicu utama.
  • Jalur komunikasi melalui negara ketiga tetap berjalan.

RRI.CO.ID, Jakarta – Iran menghentikan sementara perundingan dengan Amerika Serikat terkait isu kawasan dan nuklir. Keputusan itu diambil setelah serangan Israel ke Lebanon dan Gaza terus berlanjut.

Penghentian dialog terjadi di tengah upaya mediasi yang sebelumnya dilakukan melalui pertukaran proposal tidak langsung. Langkah tersebut memunculkan perhatian terhadap stabilitas keamanan kawasan Timur Tengah dalam waktu dekat.

Analis dan pakar geopolitik Timur Tengah Universitas Padjadjaran, Dina Yulianti Sulaeman, menilai keputusan Iran dipengaruhi dinamika konflik regional. Menurutnya, Teheran mengaitkan kelanjutan perundingan dengan penghentian serangan di berbagai wilayah konflik.

"Jadi disebutkan juga karena jadi selama Israel masih terus menyerang Gaza dan Lebanon kita nggak mau melanjutkan proses negosiasi ini. Nah ini saya pikir perkembangan baru bahkan juga ada tambahan dan kami sedang mempertimbangkan upaya lain bersama sekutu kami,” kata Dina dalam perbincangan bersama PRO3 RRI, Selasa, 2 Juni 2026.

Ia mengatakan Iran selama ini menyampaikan kesiapan untuk berdiplomasi sekaligus menghadapi konflik bila diperlukan. Dina menilai kebijakan terbaru menunjukkan tekanan diplomatik yang lebih tegas terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Menurutnya, tingkat kepercayaan antara Iran dan Amerika Serikat saat ini sangat rendah. Kedua pihak masih saling mempertahankan posisi masing-masing dalam berbagai isu utama perundingan.

"Kalau saya lihat, jadikan memang banyak media, terutama media barat itu memberitakan bahwa ada semacam dualisme kepemimpinan gitu ya. Tapi saya lihat ini baik dari IRGC atau yang punya kendali atas militer di Iran, maupun juga para politisi itu suaranya sama ya,” ujarnya.

Ia menilai Iran tetap mempertahankan tuntutan penghentian perang di seluruh front konflik. Tuntutan itu mencakup Iran, Lebanon, dan Palestina dalam kerangka yang lebih luas.

Direktur The Indonesian Intelligence Institute, Ridwan Habib, menilai keputusan Iran menunjukkan ketegangan kawasan masih tinggi. Ia menyebut perundingan sulit berlanjut jika serangan di Lebanon Selatan belum dihentikan.

"Sepanjang serangan di Lebanon Selatan berhenti saya kira mungkin saja akan terjadi perundingan lagi. Tapi kalau serangannya terus-menerus dijalankan oleh Israel, wah tampaknya juga agak repot ini untuk bisa jalan lagi perundingannya,” ungkapnya.

Ridwan menjelaskan jalur komunikasi tidak resmi masih berjalan melalui negara ketiga. Pakistan dan Qatar disebut menjadi pihak yang berupaya menjaga peluang dialog tetap terbuka.

Menurut Ridwan, peluang perundingan baru masih tersedia apabila kondisi keamanan membaik. Namun, eskalasi konflik berisiko meningkat jika serangan dan aksi balasan terus berlangsung.

Kedua narasumber menilai perkembangan konflik Lebanon menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan dialog Iran dan Amerika Serikat. Situasi tersebut juga berpengaruh terhadap stabilitas politik dan keamanan Timur Tengah secara keseluruhan. (Sarah Maulida Ali)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....