Iran Kaji Proposal Terbaru AS, Kesepakatan Belum Final

  • 03 Jun 2026 15:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran masih meninjau teks final kesepakatan dengan Amerika Serikat dan belum memberikan respons resmi, karena ingin memastikan adanya manfaat yang nyata serta mempertimbangkan rekam jejak ketidakpatuhan AS terhadap komitmen sebelumnya.
  • Upaya diplomatik terus berlangsung setelah gencatan senjata 8 April, meskipun perundingan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan damai permanen antara pihak-pihak yang terlibat.
  • Iran mensyaratkan penghentian seluruh pertempuran, termasuk di Lebanon, sementara Presiden AS Donald Trump mengaku telah meminta Benjamin Netanyahu menarik pasukan Israel dari Beirut sebagai bagian dari upaya meredakan konflik kawasan.

RRI.CO.ID, Teheran — Iran masih meninjau teks final kemungkinan kesepakatan dengan Amerika Serikat dan belum mengirimkan respons resmi kepada Washington. Informasi tersebut dilaporkan kantor berita semi-resmi Mehr dengan mengutip sumber yang mengetahui perkembangan negosiasi antara kedua negara.

Sumber tersebut menyebutkan bahwa Iran berupaya memastikan kesepakatan yang dicapai dapat memberikan manfaat yang nyata dan konkret. Menurutnya, sikap hati-hati Teheran dipengaruhi oleh sejarah ketidakpatuhan AS terhadap berbagai komitmen sebelumnya, dilansir dari Anadolu, Rabu, 3 Juni 2026.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari lalu. Meningkatnya konflik mendorong berbagai upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan.

Pakistan kemudian berperan sebagai mediator dan berhasil memfasilitasi gencatan senjata yang mulai berlaku pada 8 April. Meski gencatan senjata sempat menurunkan intensitas konflik, perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad belum berhasil menghasilkan kesepakatan damai yang permanen.

Namun, proses diplomasi dan komunikasi antara pihak-pihak terkait masih terus berlangsung guna mencari solusi jangka panjang. Iran menegaskan bahwa penghentian perang secara permanen harus disertai berakhirnya pertempuran di seluruh front konflik.

Salah satu syarat utama yang diajukan Teheran adalah penghentian operasi militer yang masih berlangsung di Lebanon. Konflik di Lebanon terus menjadi perhatian karena serangan terbaru Israel di negara tersebut masih berlanjut sejak awal Maret.

Situasi ini dinilai sebagai bagian penting dari pembahasan yang harus diselesaikan untuk mencapai kesepakatan yang lebih luas di kawasan. Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa dirinya meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menarik pasukan Israel dari Beirut.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa upaya diplomatik untuk meredakan konflik masih terus berlangsung. Langkah itu juga dinilai dapat membuka jalan bagi tercapainya kesepakatan yang lebih komprehensif di Timur Tengah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....