Dana Rekonstruksi Gaza Milik Dewan Trump Dilaporkan Masih Kosong

  • 28 Mei 2026 14:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dana rekonstruksi Gaza milik Dewan Perdamaian bentukan Presiden AS Donald Trump masih kosong meski sejumlah negara telah menjanjikan bantuan miliaran dolar AS.
  • Rekonstruksi Gaza belum dimulai karena situasi keamanan masih tidak stabil akibat operasi militer Israel yang terus berlangsung, dengan lebih dari 910 orang dilaporkan tewas sejak gencatan senjata diberlakukan.
  • Uni Eropa dan PBB memperkirakan Gaza membutuhkan lebih dari 71 miliar dolar AS untuk pembangunan kembali selama 10 tahun, sementara sejumlah negara Eropa seperti Prancis dan Inggris memilih tidak bergabung dalam dewan tersebut.

RRI.CO.ID, Washington — Dana rekonstruksi Gaza milik Dewan Perdamaian Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan masih kosong. Padahal, sejumlah negara telah menjanjikan bantuan senilai miliaran dolar AS, dilansir dari France24 dan AFP, Kamis, 28 Mei 2026.

Dewan tersebut dibentuk sekitar empat bulan lalu sebagai inisiatif Trump untuk membangun kembali Gaza. Pembentukan dilakukan setelah Israel dan Hamas menyepakati gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat pada Oktober lalu.

Trump diketahui mengundang banyak negara untuk bergabung dalam dewan tersebut. Dana resmi dewan tersebut dikelola oleh Bank Dunia dan mendapat dukungan dari PBB.

Namun hingga kini belum ada dana donor yang masuk ke rekening resmi rekonstruksi Gaza. Sumber AFP menyebut dana belum dicairkan karena tahap rekonstruksi dan pembangunan Gaza belum dimulai.

Situasi keamanan di wilayah tersebut masih belum stabil akibat operasi militer Israel yang terus berlangsung meski gencatan senjata telah diberlakukan. Menurut kementerian kesehatan Gaza, sedikitnya 910 orang tewas sejak gencatan senjata ditandatangani.

Israel juga masih menguasai lebih dari 60 persen wilayah Jalur Gaza, termasuk seluruh akses keluar dan masuk wilayah tersebut. Laporan Financial Times menyebut dewan tersebut menerima donasi langsung melalui rekening JPMorgan.

Namun media tersebut menyoroti tidak adanya persyaratan transparansi independen terhadap rekening tersebut. Sejumlah negara besar Eropa diketahui memilih menjauhi dewan tersebut, termasuk Prancis dan Inggris.

Sebelumnya, Donald Trump menyatakan Amerika Serikat akan menyumbang 10 miliar dolar AS (Rp178,4 triliun) untuk dana rekonstruksi Gaza. Sementara itu, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab masing-masing menjanjikan sedikitnya 1 miliar dolar AS (Rp17,8 triliun).

Penilaian Uni Eropa dan PBB memperkirakan Gaza membutuhkan lebih dari 71 miliar dolar AS (Rp1,2 kuadriliun) untuk rekonstruksi selama 10. PBB juga menyebut kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut kini berada dalam situasi kritis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....