Iran Tegaskan Uranium Diperkaya Tidak Dibahas dalam Negosiasi dengan AS
- 28 Mei 2026 14:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Iran menegaskan isu uranium yang diperkaya tidak masuk dalam agenda negosiasi saat ini dengan Amerika Serikat.
- Presiden AS Donald Trump sebelumnya meminta stok uranium Iran dipindahkan untuk dimusnahkan karena dikhawatirkan digunakan untuk pengembangan senjata nuklir.
- Meski ketegangan masih berlangsung sejak konflik pecah pada Februari 2026, Washington dan Teheran tetap melanjutkan proses diplomasi yang dimediasi Pakistan.
RRI.CO.ID, Moskow — Iran menegaskan bahwa uranium yang diperkaya tidak menjadi bagian dari agenda negosiasi saat ini dengan Amerika Serikat (AS). Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Bagheri, pada Rabu, 27 Mei 2026.
Bagheri mengatakan, isu uranium yang diperkaya tidak dibahas dalam perundingan antara Teheran dan Washington. “Masalah ini tidak masuk dalam agenda perundingan,” kata Ali Bagheri dalam pernyataannya yang dikutip kantor berita semi-resmi Iran, Fars, dikutip dari Anadolu, Kamis, 28 Mei 2026.
Kedua negara saat ini masih menjalani proses diplomasi yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik yang berlangsung sejak Februari 2026. Konflik bermula setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari dan kemudian dibalas oleh Teheran.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan stok uranium Iran yang diperkaya harus dipindahkan ke Amerika Serikat untuk dimusnahkan. Trump juga menyebut penghancuran uranium dapat dilakukan di lokasi lain yang dianggap sesuai.
Washington selama ini menyuarakan kekhawatiran bahwa uranium Iran yang diperkaya berpotensi digunakan untuk pengembangan senjata nuklir. Namun Iran menolak tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa program nuklirnya bertujuan damai.
Di tengah ketegangan yang masih berlangsung, negosiasi antara kedua negara terus dilakukan untuk mencari jalan keluar diplomatik. Pakistan disebut berupaya memainkan peran mediator guna mendorong tercapainya kesepakatan damai antara Washington dan Teheran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....