Kuba Minta Bantuan Internasional di Tengah Tekanan dan Blokade AS

  • 27 Mei 2026 17:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kuba meminta komunitas internasional untuk memberikan bantuan dan solidaritas di tengah meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat, yang dianggap memperburuk kondisi kemanusiaan di negara tersebut.
  • Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez Parrilla, menyampaikan bahwa Kuba menghadapi blokade energi serta kesulitan ekonomi yang menyebabkan kekurangan pangan, obat-obatan, dan pemadaman listrik.
  • Ketegangan antara Kuba dan Amerika Serikat semakin meningkat setelah berbagai langkah politik dan ekonomi, termasuk tuduhan terhadap pejabat Kuba serta pernyataan pejabat AS yang mendorong perubahan sistem di Havana.

RRI.CO.ID, Havana — Kuba meminta bantuan internasional di tengah meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat terhadap negara tersebut. Permintaan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez Parrilla, dalam sidang Dewan Keamanan PBB, Selasa, 26 Mei 2026.

Rodriguez menyerukan solidaritas internasional untuk mencegah bencana kemanusiaan di Kuba yang menurutnya tengah menghadapi blokade energi dari Amerika Serikat. Ia menilai kondisi ekonomi negaranya semakin memburuk akibat tekanan politik dan ekonomi dari Washington.

Kuba selama bertahun-tahun menghadapi kesulitan ekonomi akibat embargo perdagangan AS yang diberlakukan sejak Fidel Castro berkuasa pada 1959. Kondisi tersebut menyebabkan kekurangan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya di berbagai wilayah Kuba.

Melansir dari Reuters dan The Straits Times, pemadaman listrik berskala nasional juga disebut semakin sering terjadi. Situasi memburuk setelah Presiden AS, Donald Trump, menghentikan pasokan minyak dari Venezuela yang selama ini menjadi sekutu utama Havana.

Trump sebelumnya juga menyatakan bahwa Kuba dapat menjadi target berikutnya setelah perubahan politik di Venezuela. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran akan kemungkinan aksi militer atau tekanan lebih besar terhadap pemerintahan Kuba.

Pemerintahan Trump turut meningkatkan tekanan dengan mendakwa Raul Castro terkait insiden penembakan dua pesawat kecil berbasis di AS pada 1996. Langkah itu memunculkan kekhawatiran bahwa Washington tengah mencari alasan untuk menggulingkan pemerintahan di Havana.

Sehari setelah dakwaan diumumkan, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, memperingatkan bahwa AS fokus mengubah sistem komunis di Kuba. Menanggapi hal tersebut, Rodriguez menyebut dakwaan terhadap Raul Castro bermotif politik.

Ia juga menolak tuduhan bahwa Kuba menjadi ancaman keamanan nasional bagi Amerika Serikat. Rodriguez juga meminta agar Kuba dibiarkan hidup damai tanpa tekanan maupun ancaman dari luar negeri.

Ketegangan antara Washington dan Havana saat ini terus menjadi perhatian internasional. Situasi tersebut dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi kemanusiaan di Kuba.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....