Salat Iduladha di Majid Al-Aqsa Berlangsung di tengah Bayang-Bayang Konflik
- 27 Mei 2026 15:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ribuan umat Muslim melaksanakan salat Iduladha di kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, di tengah konflik yang masih berlangsung di Gaza dan Lebanon selatan.
- Perayaan Iduladha tahun ini dibayangi situasi perang dan pelanggaran gencatan senjata, yang menyebabkan pengungsian serta rasa takut di sejumlah wilayah perbatasan Lebanon.
- Meski berada dalam kondisi sulit, warga di Lebanon selatan tetap berusaha mempertahankan tradisi Iduladha seperti berkumpul bersama keluarga dan menyiapkan hidangan khas hari raya.
RRI.CO.ID, Yerusalem — Ribuan umat Muslim memadati kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem pada Rabu, 27 Mei 2026 untuk melaksanakan salat Iduladha. Hari raya tersebut menjadi salah satu perayaan terpenting dalam kalender Islam, dilansir dari The Express Tribune.
Perayaan Iduladha tahun ini berlangsung di tengah konflik yang masih membayangi kawasan Gaza dan Lebanon selatan. Iduladha memperingati kesediaan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putranya atas perintah Tuhan.
Dalam tradisi Islam, umat Muslim melaksanakan penyembelihan hewan kurban dan membagikan dagingnya kepada masyarakat miskin sebagai bentuk kepedulian sosial. Namun, perayaan Iduladha tahun ini berlangsung di tengah berlanjutnya konflik Israel dan Palestina.
Israel disebut masih melakukan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025. Situasi perang yang berkepanjangan membuat suasana Iduladha di wilayah tersebut dipenuhi kesedihan dan ketidakpastian.
Perang juga membayangi perayaan Iduladha di desa-desa perbatasan Lebanon selatan. Wilayah yang sebelumnya ramai kini dipenuhi pengungsian dan kekhawatiran akibat serangan yang terus berlangsung.
Di sejumlah wilayah seperti Shebaa, Kfarhamam, dan Marj al-Zouhour, sekolah-sekolah berubah fungsi menjadi tempat penampungan pengungsi. Banyak warga masih enggan kembali ke rumah mereka meski hari raya telah tiba.
Sebagian warga tetap berusaha mempertahankan tradisi Iduladha di tengah kondisi sulit. Mereka masih membuat kue khas hari raya dan berkumpul bersama anggota keluarga yang tersisa.
Sementara itu, Wali Kota Kfarhamam, Mouad Rahhal, menyebut Iduladha biasanya menjadi momen untuk mempererat hubungan keluarga dan kerabat. Namun kini banyak warga takut kembali ke kampung halaman karena kondisi keamanan yang semakin memburuk.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....