Pakistan Kembali Kirim Menteri ke Teheran untuk Mediasi Iran-AS
- 22 Mei 2026 14:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi kembali mengunjungi Teheran untuk kedua kalinya dalam kurang dari sepekan sebagai bagian dari upaya mediasi Pakistan antara Iran dan Amerika Serikat.
- Pakistan terus mendorong diplomasi damai dengan mempertemukan pejabat tinggi Iran dan AS, termasuk melalui pertemuan Naqvi dengan sejumlah pejabat senior Iran di tengah konflik yang masih berlangsung.
- Meski gencatan senjata Iran-AS telah berlaku sejak 8 April melalui mediasi Pakistan, ketegangan kawasan tetap tinggi karena belum tercapai kesepakatan damai permanen dan AS masih mempertahankan blokade terhadap kapal terkait Iran.
RRI.CO.ID, Teheran — Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi kembali mengunjungi Teheran pada Rabu, 20 Mei 2026. Kunjungan tersebut menjadi lawatan keduanya ke Iran dalam waktu kurang dari sepekan di tengah upaya mediasi Iran dan Amerika Serikat.
Melansir dari Anadolu, kedatangan Naqvi dilaporkan oleh media pemerintah Iran, IRIB. Sesaat setelah tiba di Teheran, Naqvi langsung bertemu Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni di kantor Kementerian Dalam Negeri Iran.
Hingga kini belum ada rincian resmi mengenai isi pembicaraan kedua pejabat tersebut. Namun kantor berita IRNA melaporkan bahwa Naqvi dijadwalkan mengadakan serangkaian pertemuan dengan para pejabat senior Iran selama kunjungannya.
Pakistan terus berupaya memainkan peran diplomatik untuk mempertemukan kepentingan Teheran dan Washington. Islamabad mendorong tercapainya kesepakatan guna mengakhiri konflik yang pecah antara Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir.
Dalam kunjungan sebelumnya ke Teheran beberapa hari lalu, Naqvi telah bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Ia juga melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf, serta Menteri Dalam Negeri Eskandar Momeni.
Konflik tersebut turut memengaruhi stabilitas jalur perdagangan internasional setelah Iran menutup Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran strategis dunia. Penutupan selat tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran global terkait distribusi energi dan aktivitas pelayaran internasional.
Di tengah situasi tersebut, Pakistan mencoba mengambil peran sebagai mediator. Upaya diplomasi Islamabad berhasil menghasilkan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 8 April lalu.
Meski demikian, pembicaraan lanjutan di Islamabad belum mampu menghasilkan kesepakatan damai permanen antara kedua pihak. Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian memperpanjang masa gencatan senjata tanpa batas waktu.
Namun, Washington tetap mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal yang bepergian menuju atau dari pelabuhan Iran melalui jalur perairan strategis tersebut. Situasi itu membuat ketegangan di kawasan masih terus berlangsung meskipun gencatan senjata diberlakukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....