Tiongkok Desak Pakistan Tingkatkan Mediasi AS-Iran jelang Kunjungan Trump
- 13 Mei 2026 15:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wang Yi mendesak Pakistan meningkatkan mediasi antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk membantu pembukaan kembali Selat Hormuz menjelang kunjungan Donald Trump ke Beijing.
- Tiongkok dan Pakistan menekankan pentingnya mempertahankan gencatan senjata antara AS dan Iran serta menjaga jalur pelayaran normal di Selat Hormuz demi stabilitas ekonomi global.
- Meski Pakistan sebelumnya berhasil memediasi gencatan senjata sementara, hingga kini AS dan Iran masih belum mencapai kesepakatan damai dan terus bertukar usulan untuk melanjutkan pembicaraan langsung.
RRI.CO.ID, Beijing — Tiongkok mendesak Pakistan untuk meningkatkan upaya mediasi antara Amerika Serikat dan Iran menjelang kunjungan Donald Trump ke Beijing. Desakan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dalam pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar.
Melansir dari Anadolu, Rabu, 13 Mei 2026, Wang meminta Pakistan membantu menangani isu pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia. Islamabad sendiri saat ini terus berupaya mendorong putaran kedua pembicaraan langsung antara Washington dan Teheran.
Kunjungan Trump ke Beijing diperkirakan akan membahas konflik Timur Tengah bersama Xi Jinping. Isu perang Iran diperkirakan menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan kedua pemimpin tersebut.
Wang Yi dan Ishaq Dar menekankan pentingnya mempertahankan gencatan senjata yang berkelanjutan antara Amerika Serikat dan Iran. Keduanya juga menyoroti pentingnya menjaga jalur pelayaran normal melalui Selat Hormuz demi stabilitas ekonomi global.
Pemerintah Pakistan menyebut kedua pihak bertukar pandangan secara mendalam mengenai perkembangan terbaru di kawasan. Islamabad juga menegaskan pihaknya terus berupaya memfasilitasi komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat guna menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.
Pakistan sebelumnya berhasil memediasi gencatan senjata selama dua pekan antara AS dan Iran pada 8 April. Setelah itu, pembicaraan penting digelar di Islamabad pada 11 dan 12 April dengan menghadirkan delegasi senior dari kedua negara.
Namun hingga kini, AS dan Iran belum berhasil mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang. Kedua pihak masih saling bertukar usulan dan formula perdamaian guna mencari titik tengah agar pembicaraan langsung dapat kembali dilanjutkan.
Konflik Iran sendiri telah mengganggu pasokan energi global dan memicu dampak besar terhadap perdagangan dunia setelah penutupan Selat Hormuz. Situasi tersebut juga memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat di kawasan Timur Tengah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....