Dua Jurnalis Republika Ditangkap Militer Israel saat Ikut Misi Kapal Kemanusiaan

  • 18 Mei 2026 16:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Militer Israel cekat kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla
  • Dua jurnalis Republika ditangkap saat tugas jurnalistik ke Gaza
  • Republika kecam keras intervensi dan tuntut keselamatan relawan

RRI.CO.ID, Jakarta - Militer Israel dilaporkan telah mencegat kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla secara paksa di perairan internasional. Dua jurnalis media Republika diduga ikut ditangkap dalam aksi intervensi bersenjata tersebut saat menjalankan tugas jurnalistik.

Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin mengonfirmasi penangkapan Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dalam pelayaran menuju Gaza. Pihak redaksi mengecam keras tindakan pelanggaran hukum internasional tersebut karena mencederai nilai-nilai kemanusiaan universal dunia.

"Tindakan ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal. Serta kebebasan sipil warga dunia," kata Andi Muhyiddin.

Andi menegaskan seluruh relawan dalam rombongan kapal kemanusiaan itu murni bergerak tanpa membawa senjata atau instrumen militer. Mereka hanya membawa misi solidaritas obat-obatan dan logistik penting untuk membantu rakyat Palestina mengatasi kelaparan hebat.

Dua jurnalis Republika tersebut berada di kapal bersama sembilan warga negara Indonesia lainnya untuk mengabarkan situasi. Keberadaan jurnalis di sana murni demi tugas profesional dan mengawal penyaluran bantuan kepada warga sipil Gaza.

Andi menyatakan keselamatan Bambang Noroyono dan Thoudy Badai kini menjadi fokus perhatian paling serius dan utama redaksi. Pihak media nasional ini terus berkoordinasi secara intensif dengan berbagai jaringan diplomatik untuk memantau kondisi mereka.

Republika menyatakan berdiri bersama seluruh relawan kemanusiaan dunia yang berjuang menembus blokade ketat di wilayah Palestina. Mereka menolak segala bentuk upaya kriminalisasi sepihak terhadap pergerakan misi bantuan sipil di wilayah perairan internasional.

Agresi militer yang terus berlangsung di Gaza telah memicu keprihatinan mendalam dari berbagai lapisan masyarakat dunia global. Kehadiran awak media di garda depan sangat penting untuk memastikan kebenaran krisis kemanusiaan tersebut tersampaikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....