Israel Serbu Kapal Bantuan Global Sumud Flotilla menuju Palestina

  • 30 Apr 2026 15:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pasukan Israel menyerbu Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza di perairan internasional, menggunakan drone, kapal militer, dan pengacauan komunikasi.
  • Tujuh dari 58 kapal dilaporkan dicegat, sementara komunikasi dengan sejumlah kapal terputus dan para aktivis mengaku dikepung serta diancam.
  • Insiden ini memicu kecaman internasional karena dianggap melanggar hukum laut internasional dan meningkatkan ketegangan di kawasan.

RRI.CO.ID, Gaza — Pasukan Israel menyerbu kapal bantuan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla di perairan internasional Laut Mediterania. Armada tersebut diketahui tengah dalam misi kemanusiaan untuk mengirim bantuan ke Jalur Gaza yang berada di bawah blokade.

Menurut penyelenggara, operasi dilakukan dengan melibatkan drone, teknologi pengacau komunikasi, kapal cepat militer, serta tim bersenjata. Para peserta di kapal dilaporkan diperintahkan untuk berlutut, dilansir dari Al Jazeera, Kamis, 30 April 2026.

Sementara itu, flotilla menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional dan ancaman kekerasan terhadap warga sipil. Komunikasi dengan sejumlah kapal dilaporkan terputus, sementara tujuh dari total 58 kapal disebut telah dicegat di dekat Pulau Kreta.

Juru bicara flotilla mengecam keras tindakan Israel dan menyebutnya sebagai serangan langsung terhadap kapal sipil tak bersenjata. Para aktivis di dalam kapal mengaku dikepung dengan senjata.

Mereka menilai tindakan tersebut melanggar hukum internasional, mengingat lebih dari 400 warga sipil berada di dalam armada tersebut. Aktivis juga menyerukan kepada pemerintah dunia untuk segera bertindak melindungi para peserta flotilla.

Mereka menegaskan bahwa Israel tidak memiliki yurisdiksi di wilayah tersebut karena insiden terjadi di perairan internasional. Saksi di lapangan menyebut kapal militer besar Israel mengepung armada sebelum menurunkan perahu kecil untuk mendekat.

Drone juga digunakan untuk menyorot kapal, sementara komunikasi diduga sengaja diganggu dengan metode tertentu. Flotilla diketahui berada sekitar 600 mil laut dari Gaza saat operasi berlangsung.

Jarak tersebut menjadikannya intersepsi terjauh yang pernah dilakukan Israel terhadap misi bantuan. Sebelumnya, operasi serupa terjadi dalam jarak yang jauh lebih dekat dengan wilayah Palestina.

Lebih dari 50 kapal yang membawa aktivis dari berbagai negara berangkat dari Italia dalam misi menuju Gaza. Misi tersebut disebut sebagai salah satu upaya bantuan kemanusiaan terbesar ke wilayah tersebut.

Insiden penyerbuan ini dinilai memperburuk ketegangan di kawasan. Kejadian tersebut juga memicu kekhawatiran internasional terhadap keamanan misi kemanusiaan di laut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....