Kapal Migran Ilegal Kembali Tenggelam di Malaysia, 16 Selamat-3 Hilang
- 18 Mei 2026 18:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sebuah kapal yang membawa pendatang asing tanpa izin (PATI) diduga dari Bangladesh dan Indonesia kembali tenggelam di perairan Malaysia.
- Insiden ini menambah daftar kecelakaan kapal migran di perairan Malaysia. Sebelumnya, kapal pembawa PATI asal Indonesia juga dilaporkan tenggelam di perairan Perak.
RRI.CO.ID, Kuala Lumpur - Sebuah kapal yang membawa pendatang asing tanpa izin (PATI) diduga dari Bangladesh dan Indonesia kembali tenggelam di perairan Malaysia. Tepatnya di koordinat 2,1 mil laut barat daya Sungai Apong, Sabak Bernam, Selangor, pada Sabtu 16 Mei 2026.
Demikian disampaikan Direktur Maritim Negeri Selangor Kapten Maritim Abdul Muhaimin bin Muhammad Salleh, dalam keterangannya, Senin 18 Mei 2026. Badan Penegakan Maritim Malaysia Negeri Selangor menyampaikan, kapal tersebut mengalami kebocoran sebelum akhirnya tenggelam.
Abdul Muhaimin mengatakan, pihaknya menerima panggilan darurat dari awak kapal sekitar pukul 04.45 pagi waktu setempat. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapal Maritim (KM) Bagan Datuk dan Kapal Penggalang 41 segera dikerahkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi penyelamatan.
“Ketika Kapal Penggalang 41 tiba di lokasi, kapal tersebut sudah tenggelam sepenuhnya sekitar pukul 09.00 pagi. Sebanyak 16 PATI berhasil diselamatkan, sementara tiga lainnya masih dilaporkan hilang dan operasi pencarian terus dilakukan,” ujar Abdul Muhaimin.
Korban selamat terdiri dari 10 laki-laki, yakni dua warga Bangladesh dan delapan warga Indonesia, serta enam perempuan warga Indonesia berusia antara 24 hingga 50 tahun. Sebelum tim penyelamat tiba, para korban terlebih dahulu mendapat pertolongan dari kapal nelayan Malaysia yang melintas di lokasi.
Untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), Badan Penegakan Maritim Malaysia membuka pos koordinasi di Jeti Kelong Paradise. Operasi SAR melibatkan Maritim Malaysia, Pasukan Polis Marin (PPM), serta Jabatan Bomba dan Penyelamat Malaysia (JBPM), dengan cakupan area pencarian mencapai 236 mil laut persegi.
Pihak Maritim Malaysia menegaskan komitmennya memperkuat kedaulatan dan keamanan perairan negara. Serta memberantas kegiatan ilegal, termasuk penyelundupan migran.
Insiden ini menambah daftar kecelakaan kapal migran di perairan Malaysia. Sebelumnya, kapal pembawa PATI asal Indonesia juga dilaporkan tenggelam di perairan Perak.
Dalam peristiwa tersebut, otoritas Malaysia menemukan 39 warga Indonesia. Rinciannya adalah 23 orang selamat dan 16 lainnya meninggal dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....