WNI Korban Kapal Tenggelam di Malaysia: 23 Selamat 16 Meninggal
- 18 Mei 2026 02:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) Negeri Perak menyampaikan korban kapal tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Perak, Malaysia total 39 warga negara Indonesia (WNI).
- Direktur Maritim Negara Bagian Perak, Kapten Maritim Mohd Shukri Khotob, menyampaikan bahwa dari total korban yang ditemukan, 23 orang berhasil selamat, sementara 16 lainnya meninggal dunia.
RRI.CO.ID, Kuala Lumpur - Warga Negara Indonesia (WNI) korban kapal tenggelam di Malaysia telah ditemukan oleh petugas. Korban sebanyak 39 orang, 23 orang selamat dan 16 meninggal dunia.
Nama kapal yang mengangkut para Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) itu hingga kini belum diketahui. Para penumpang kapal diduga adalah WNI yang akan bekerja di Malaysia tanpa prosedur resmi.
Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) Negeri Perak menyampaikan informasi kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Perak, Malaysia. Setelah operasi pencarian selama enam hari, MMEA menemukan korban total 39 warga negara Indonesia (WNI).
Direktur Maritim Negara Bagian Perak, Kapten Maritim Mohd Shukri Khotob, menyampaikan, "23 orang selamat, 16 meninggal dunia". Shukri Khotob mengatakan hal itu dalam pernyataan di Kuala Lumpur, Minggu 17 Mei 2026.
Informasi awal pada hari pertama operasi menyebutkan jumlah korban sebanyak 37 orang. "Angka tersebut tidak akurat, diduga masih ada korban yang belum ditemukan,” kata Shukri.
Menurut MMEA, hingga kini identitas kapal yang membawa para WNI tersebut belum dapat dipastikan. Para korban juga diduga merupakan Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI).
Pada hari pertama operasi penyelamatan, petugas hanya menemukan para WNI dalam kondisi terapung di perairan. Upaya pencarian dilakukan secara intensif melibatkan Maritim Malaysia, Tentara Laut Diraja Malaysia, serta nelayan lokal.
Area operasi mencakup perairan Pulau Pangkor, Pulau Kelumpang, Pulau Sangga Kechil, dan Pulau Buloh. Seluruh jenazah yang ditemukan telah diserahkan ke pihak kepolisian Malaysia.
Setelah itu, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Teluk Intan dan Rumah Sakit Taiping untuk proses identifikasi lebih lanjut. Belum ada penjelasan mengenai nama para korban dan asal daerah mereka di Indonesia.
MMEA mengatakan operasi pencarian akan terus dilanjutkan secara terpadu hingga seluruh korban berhasil ditemukan. Pihaknya juga mengimbau masyarakat dan nelayan agar segera melapor kepada petugas apabila menemukan petunjuk atau benda mencurigakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....