PM Anwar Cerita Alokasikan Rp4,4 T untuk Perbaikan Toilet Sekolah di Malaysia
- 17 Mei 2026 09:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah Malaysia mengalokasikan hampir 1 miliar ringgit atau sekitar Rp4,4 triliun untuk memperbaiki toilet di sekolah-sekolah di Malaysia.
- Anwar menegaskan bahwa anggaran besar tersebut diperlukan karena banyak fasilitas toilet sekolah yang tidak diperbaiki selama dua dekade.
RRI.CO.ID, Kuala Lumpur - Pemerintah Malaysia mengalokasikan hampir 1 miliar ringgit atau sekitar Rp4,4 triliun untuk memperbaiki toilet di sekolah-sekolah di Malaysia. Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim mengungkapkan alasan di balik keputusan tersebut.
Hal itu disampaikannya saat peringatan Hari Guru Nasional Malaysia ke-55 Tahun 2026 di Ipoh, Perak, Sabtu 16 Mei 2026. Dalam sambutannya, Anwar menegaskan bahwa anggaran besar tersebut diperlukan karena banyak fasilitas toilet sekolah yang tidak diperbaiki selama dua dekade.
“Kita menghabiskan hampir 1 miliar ringgit, saya berpikir, mengapa negara menghabiskan 1 miliar ringgit untuk memperbaiki toilet? Karena toilet-toilet itu belum diperbaiki selama 20 tahun. Tapi Alhamdulillah, kita telah bertindak,” ujar Anwar dikutip dari teks pidatonya di Kuala Lumpur.
Rencana anggaran perbaikan toilet sekolah ini sebenarnya telah disampaikan Anwar sejak awal tahun lalu. Ia menilai kebersihan toilet memiliki peran penting dalam pendidikan karakter pelajar, termasuk mengajarkan kebersihan serta nilai-nilai moral.
Menurutnya, fasilitas yang bersih juga mendukung kebutuhan siswa Muslim untuk mengambil air wudhu sebelum beribadah. Anwar mengakui bahwa isu kebersihan toilet kerap ia angkat dalam berbagai kesempatan, termasuk pada peringatan Hari Guru tahun sebelumnya.
Ia bahkan menanggapi santai julukan yang sempat muncul terhadap dirinya. Anwar menyebut dirinya sempat di sebut Menteri Toilet.
“Jika orang-orang menyebut saya ‘Perdana Menteri Toilet’, tidak apa-apa, saya tidak peduli. Tapi bayangkan, anak-anak kita pergi ke sekolah, toiletnya tidak terawat,” katanya.
Pendidikan Tak Hanya Soal Akademik
Dalam kesempatan tersebut, Anwar juga menekankan pentingnya peran sekolah dan perguruan tinggi. Khususnya, dalam menanamkan nilai moral selain kecerdasan akademik.
Ia menilai sistem pendidikan tidak boleh gagal dalam membentuk kepedulian dan kemanusiaan. Pandangan itu ia kaitkan dengan buku Excellence Without a Soul karya ilmuwan Harry Lewis.
Dalam buku tersebut, Lewis mengkritik perguruan tinggi elite Amerika Serikat seperti Harvard University yang dinilai memiliki fasilitas megah dan mahasiswa cerdas. Namun kurang tersentuh realitas kemiskinan di sekitar mereka.
Anwar menilai kritik tersebut relevan sebagai pengingat bahwa pendidikan harus menumbuhkan empati sosial. Ia menegaskan, negara tidak akan aman hanya dengan kecerdasan, melainkan juga dengan nilai moral, kemanusiaan, dan kepedulian yang kuat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....