Indonesia-Malaysia Perkuat Diplomasi Rakyat lewat Alumni Run Putrajaya-Jakarta

  • 10 Mei 2026 23:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia dan Malaysia menyelenggarakan kompetisi lari serentak untuk mempererat jalinan diplomasi antar kedua negara serumpun.
  • Sektor pendidikan tinggi menjadi pilar utama dalam memperkuat hubungan rakyat melalui partisipasi aktif para alumni mahasiswa.
  • Kegiatan olahraga tahunan tersebut berfungsi sebagai strategi diplomasi publik untuk mendukung pencapaian target Indonesia Emas 2045.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia dan Malaysia melangsungkan agenda kompetisi lari serentak guna mempererat jalinan persahabatan pada Minggu, 10 Mei 2026. Agenda lari bersama tersebut bertujuan menjalin rasa solidaritas di antara para lulusan perguruan tinggi kedua negara.

Kegiatan olahraga tersebut berlangsung di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek), Senayan, Jakarta. Ratusan peserta merayakan jalinan persahabatan diplomatik yang kini telah berusia hampir 70 tahun melalui Alumni Run Putrajaya-Jakarta.

"Acara hari ini adalah satu acara yang penting, karena apa sebenarnya menggerakkan Malaysia dan Indonesia itu adalah hubungan antara rakyat kedua negara. Jadi hubungan antara rakyat inilah yang banyak mengeratkan sebenarnya jalinan muafakat dan muhibah antara Malaysia dan Indonesia," kata Farzamie Sarkawi, Pelaksana Tugas (Plt.) Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, usai melepas para peserta lari.

Farzamie menegaskan arus perpindahan warga antara wilayah Jakarta dan Putrajaya memiliki peranan yang sangat penting sekali. Komunikasi harmonis pada tingkat pemerintahan diyakini mampu meningkatkan derajat kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di kawasan Asia Tenggara.

"Salah satu faktor yang mengukuhkan adalah student (mahasiswa), kerja sama antara student kita, sama institusi pengajian tinggi di sini," ucap Farzamie Sarkawi.

Hasnul Faizal Hushin Amri, Direktur Education Malaysia Indonesia (EMI), memberikan penjelasan kepada media pada kegiatan Alumni Run Putrajaya-Jakarta, Minggu, 10 Mei 2026. (Foto: RRI/Danang Sundoro)

Sektor pendidikan tinggi merupakan aspek utama yang sanggup mendukung tingkat produktivitas para kaum muda di tanah air. Ribuan lulusan perguruan tinggi diharapkan mampu mempererat konektivitas personal demi tercapainya tujuan strategis pembangunan bangsa masa depan.

"Kita mau kerja sama ini lebih baik lagi antara Malaysia dan Indonesia sebab kita sebagai saudara serumpun, kita negara tetangga. Kita harapkan ada banyak lagi kerja sama dalam pendidikan mana-mana dua-dua negara saling sokong-menyokong untuk pembangunan khususnya kepada menuju Indonesia Emas pada 2045 nanti," kata Hasnul Faizal Hushin Amri, Direktur Education Malaysia Indonesia (EMI).

Hasnul berkomitmen terus memacu keterlibatan para alumni melalui program olahraga rutin yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali. Keberadaan lembaga pendidikan internasional tersebut secara konsisten mendorong sinergi akademik guna mewujudkan ekosistem belajar yang sangat kokoh.

"Kalau di sini, ada pelajar Malaysia yang belajar di Indonesia, termasuk masuk di IKAPIM, (untuk Malaysia-red) PKPM, Persatuan Kebangsaan Pelajar Malaysia di Indonesia. So memang kerja sama yang baik juga sama IKAPIM," ujar DrHasnul Amri.

Ajang lari bersama ini dianggap sebagai strategi diplomasi publik untuk memupuk semangat juang bagi generasi penerus. Olahraga merupakan media efektif dalam membangun kesehatan fisik sekaligus meningkatkan kapasitas produktivitas bagi seluruh para pekerja aktif.

"Ini kita berharap memang bisa terus dikembangkan sehingga hubungan Indonesia-Malaysia semakin harmonis. Dan tentunya kita meningkatkan semangat olahraga untuk kesehatan bersama," kata Riza Adha Damanik, Deputi pada Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Riza meyakini bahwa aktivitas fisik luar ruangan mampu menjadi jembatan harmonis guna menyatukan berbagai macam elemen sosial. Pendekatan olahraga secara berkelanjutan menjadi kunci utama dalam memelihara stabilitas hubungan kemitraan bagi para pemangku kepentingan negara.

"Jadi ini kan kita melihat dari sisi lain ya, dari sisi olahraga, jadi saya kira ini satu bentuk sudut pandang yang berbeda. Dengan kegiatan ini tentunya akan memunculkan keakraban dari sisi lain," ucap Riza Adha Damanik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....