BI dan Bank Negara Malaysia Perkuat Kerja Sama Kebanksentralan dan Moneter
- 12 Mei 2026 06:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sejauh ini, Indonesia dan Malaysia telah menjalin kerja sama di sektor keuangan dan sistem pembayaran
- Bank Negara Malaysia (BNM) dan Bank Indonesia (BI) menandatangani Nota Kesepahaman untuk memperdalam kerja sama bilateral
- Selain kebanksentralan,kolaborasi juga akan dilakukan dalam kebijakan moneter, stabilitas keuangan dan makroprudensial
RRI.CO.ID, Jakarta - Bank Negara Malaysia (BNM) dan Bank Indonesia (BI) menandatangani Nota Kesepahaman untuk memperdalam kerja sama bilateral. Kedua bank sentral sepakat untuk memperdalam kolaborasi di berbagai bidang kebanksentralan.
"Nota kesepahaman ini menegaskan kembali kemitraan jangka panjang antara BNM dan BI. Kami berkomitmen memperdalam kerja sama yang telah ada, serta ke bidang-bidang baru yang menjadi kepentingan bersama," kata Gubernur Bank Negara Malaysia, Dato' Abdul Rasheed Ghaffour dalam pernyataan tertulis BI, Senin, 11 Mei 2026.
Kolaborasi juga akan dilakukan dalam kebijakan moneter, stabilitas keuangan dan makroprudensial, serta sistem pembayaran dan digitalisasi. Termasuk kerja sama dalam pengembangan sektor keuangan, inisiatif pengembangan kapasitas, pertukaran informasi, dan bidang lainnya.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyebut Nota Kesepahaman itu sebagai tonggak penting hubungan jangka panjang antara BI dan BNM. "Nota Kesepahaman ini lebih dari sekedar simbolis," ucap Perry.
"Juga merupakan bukti semangat berkelanjutan untuk memperkuat hubungan kelembagaan dan memperdalam kerja sama bilateral antara kedua bank sentral. Utamanya di tengah lanskap geopolitik yang menantang saat ini," ujar Gubernur Perry.
Nota Kesepahaman membuka jalan kemitraan yang lebih kokoh antara BNM dan BI. Sejauh ini, Indonesia dan Malaysia telah menjalin kerja sama di sektor keuangan dan sistem pembayaran.
Kerja sama itu berupa penerapan Local Currency Transaction (LCT), yaitu penggunaan mata uang lokal (Rupiah dan Ringgit). Khususnya untuk transaksi perdagangan dan investasi bilateral guna mengurangi ketergantungan pada dolar AS.
Selain itu, kerja sama integrasi sistem pembayaran QRIS (Indonesia) dan QR (Malaysia/PayNet). Sehingga masyarakat kedua negara dapat bertransaksi dengan menggunakan aplikasi mobile banking masing-masing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....