Menlu Sugiono Hadiri Pertemuan BRICS di New Delhi Bahas Timur Tengah

  • 12 Mei 2026 19:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Luar Negeri RI Sugiono dijadwalkan menghadiri pertemuan para Menteri Luar Negeri BRICS yang berlangsung di New Delhi, India, pada 14–15 Mei 2026.
  • Fokus pembahasan mencakup penguatan kerja sama di bidang keberlanjutan, ekonomi digital, serta perkembangan situasi di Timur Tengah.
  • Sugiono menambahkan isu Timur Tengah diperkirakan menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan tersebut.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Luar Negeri RI Sugiono dijadwalkan menghadiri pertemuan para Menteri Luar Negeri BRICS yang berlangsung di New Delhi, India, pada 14–15 Mei 2026. Pertemuan tersebut digelar di bawah keketuaan India dalam forum BRICS tahun 2026.

Pertemuan para menlu BRICS akan membahas sejumlah isu strategis global, mulai dari kerja sama antarnegara anggota hingga situasi geopolitik terkini. Fokus pembahasan mencakup penguatan kerja sama di bidang keberlanjutan, ekonomi digital, serta perkembangan situasi di Timur Tengah.

“Seperti sebelumnya, BRICS juga membahas kerja sama antara negara BRICS. Terutama di bidang sustainability, kemudian juga digital economy,” ujar Menlu Sugiono usai menggelar pertemuan bilateral dengan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan, Selasa, 12 Mei 2026 di Gedung Pancasila, Jakarta.

Sugiono menambahkan isu Timur Tengah diperkirakan menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, negara-negara BRICS perlu memastikan implementasi dari berbagai rencana dan komitmen yang telah disepakati sebelumnya.

“Tentu saja paling pasti membahas situasi terkini di Timur Tengah. Yang kita kira perlu dilakukan adalah mengimplementasikan semua yang sudah direncanakan di situ,” katanya.

Terpisah, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang menjelaskan bahwa agenda pertemuan terbagi dalam tiga tema besar. Pada hari pertama, para menlu akan membahas isu global dan kawasan serta penguatan ketahanan dan inovasi di antara negara anggota.

“Kalau terkait BRICS, Pak Menlu secara garis besar itu nanti topiknya ada tiga. Yaitu terkait isu global dan kawasan, kemudian terkait penguatan ketahanan, resilience, innovation,” ujar Yvonne kepada awak media.

Sementara pada 15 Mei 2026, pembahasan akan difokuskan pada isu tata kelola global atau global governance. Dalam forum tersebut, Indonesia juga akan menegaskan komitmennya untuk terus berpartisipasi aktif dalam BRICS sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama multilateral.

“Dari Pak Menlu sendiri secara garis besar akan tentunya menegaskan komitmen kuat Indonesia untuk terus berpartisipasi aktif dalam BRICS. Indonesia akan terus mendorong BRICS untuk berperan lebih aktif dan konstruktif dalam mempromosikan perdamaian dan menjaga norma-norma global sesuai hukum internasional,” kata Yvonne.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....