Menlu RI Singgung Pihak Kacaukan Tatanan Internasional di Pertemuan BRICS
- 15 Mei 2026 16:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyinggung pihak yang berkontribusi pada kekacauan dunia.
- Menlu RI menilai, sebagai kekuatan yang sedang bangkit dari Global South, BRICS memiliki kedudukan dan tanggung jawab.
- Menlu RI turut menyoroti, sistem perdagangan multilateral yang semakin dirusak oleh langkah-langkah proteksionis unilateral dan penggunaan tarif yang tidak proporsional.
RRI.CO.ID, New Delhi - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyinggung pihak yang berkontribusi pada kekacauan dunia. Hal itu disampaikannya saat menghadiri BRICS Foreign Ministers’ Meeting (FMM) di New Delhi, Kamis, 14 Mei 2026.
“Kita hidup di zaman di mana mereka yang membangun tatanan internasional. Juga berkontribusi pada kekacauannya,” ujar Menlu RI menekankan.
Oleh karena itu, Menlu RI menilai, sebagai kekuatan yang sedang bangkit dari Global South, BRICS memiliki kedudukan dan tanggung jawab. Yaitu, untuk mengambil peran yang lebih aktif dalam menjaga perdamaian dan melestarikan aturan yang menopang stabilitas global.
“Ini dimulai dengan memperjuangkan hukum internasional secara adil, konsisten, dan tanpa standar ganda, tidak ada negara yang berada di atas hukum. Dan ini berarti melindungi Mahkamah Internasional dari penegakan hukum yang selektif dan campur tangan politik.” katanya.
Selain, menurutnya BRICS perlu memberdayakan Dewan Keamanan PBB untuk melaksanakan mandatnya secara efektif. Ia menegaskan, hal ini juga membutuhkan reformasi tata kelola global yang bermakna.
“Termasuk, representasi yang lebih besar dari Global South di dalam Dewan Keamanan PBB. Sehingga, lembaga-lembaga internasional lebih mencerminkan realitas geopolitik saat ini. Dan prinsip yang sama berlaku untuk ekonomi global,” ucapnya menegaskan.
Menlu RI turut menyoroti, sistem perdagangan multilateral yang semakin dirusak oleh langkah-langkah proteksionis unilateral dan penggunaan tarif yang tidak proporsional. Sehingga, hal itu kata dia, mengganggu rantai pasokan global dan membatasi pertumbuhan inklusif.
“Oleh karena itu, BRICS memiliki peran penting untuk dimainkan dalam membela sistem perdagangan yang adil, terbuka. Dan, tidak diskriminatif, dengan WTO sebagai intinya,” kata Menlu RI menambahkan.
BRICS tahun ini diselenggarakan di bawah keketuaan India dengan tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability”. Tahun 2026 merupakan tahun kedua Indonesia sebagai anggota BRICS, yang juga bertepatan dengan perayaan 20 tahun sejak dibentuknya BRICS pada tahun 2006.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....