Israel dan Lebanon Perpanjang Gencatan Senjata 45 Hari

  • 16 Mei 2026 12:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Amerika Serikat mengumumkan Israel dan Lebanon sepakat memperpanjang gencatan senjata selama 45 hari setelah pembicaraan di Washington.
  • Israel kembali melancarkan serangan di Lebanon selatan usai pengumuman perpanjangan gencatan senjata, menyebabkan korban tewas dan puluhan luka-luka.
  • Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, meminta dukungan internasional dalam negosiasi dengan Israel dan menegaskan militer Lebanon harus menjadi satu-satunya pihak bersenjata di negara itu.

RRI.CO.ID, Beirut — Amerika Serikat mengumumkan Israel dan Lebanon sepakat memperpanjang gencatan senjata selama 45 hari. Kesepakatan itu dicapai setelah dua hari pembicaraan di Washington, dilansir dari The Guardian, Sabtu, 16 Mei 2026.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan negosiasi lanjutan akan digelar pada 2-3 Juni mendatang. Sementara itu, gencatan senjata sebelumnya dijadwalkan berakhir pada Minggu, 10 Mei 2026.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, menyatakan Washington berharap pembicaraan tersebut dapat menghasilkan perdamaian jangka panjang. Perdamaian itu diharapkan tercapai antara Israel dan Lebanon.

Selain itu, AS juga mendorong pengakuan penuh terhadap kedaulatan masing-masing negara. Washington turut mengupayakan terciptanya keamanan di sepanjang wilayah perbatasan Israel-Lebanon.

Namun, beberapa saat setelah pengumuman perpanjangan gencatan senjata, Israel melancarkan serangan di Lebanon selatan. Serangan tersebut menyebabkan enam orang meninggal, termasuk tiga paramedis, serta melukai 22 orang lainnya menurut kementerian kesehatan Lebanon.

Israel juga menggempur kota Tyre setelah mengeluarkan perintah evakuasi kepada warga. Kementerian kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 37 orang terluka dalam serangan di distrik Tyre, termasuk staf rumah sakit, perempuan, dan anak-anak.

Sementara itu, Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, menyerukan dukungan Arab dan internasional untuk memperkuat posisi Beirut dalam perundingan dengan Israel. Salam juga menegaskan militer Lebanon harus menjadi satu-satunya pihak bersenjata di negaranya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....